Pelajar Bandarlampung Belajar Kelola Uang dari Sampah
- 01 Sep 2026 18:29 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Program Bank Sampah di Kota Bandarlampung tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengenalkan literasi keuangan kepada pelajar. Sebanyak 4.048 siswa SMP telah memiliki rekening untuk menampung hasil penjualan sampah yang mereka kumpulkan.
Program yang menjadi bagian dari agenda Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) itu mulai diterapkan di sejumlah sekolah. Siswa diajak memahami cara memperoleh dan mengelola uang melalui kegiatan yang bermanfaat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan tahap awal program dilakukan dengan pembukaan rekening bagi para siswa. Setelah itu, pelajar akan mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.
“Jangan sampai tadinya uangnya uang dari orang tua, sekarang sudah punya uang sendiri. Nah, nanti kita akan berikan literasi keuangan, bagaimana mereka bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan,” ucap Otto Fitriandy, Senin, 31 Agustus 2026.
Setiap siswa yang terdaftar dapat memantau jumlah sampah yang dikumpulkan melalui aplikasi. Mereka juga dapat melihat nilai uang yang diperoleh dari hasil penjualan sampah secara langsung.
Proses pengumpulan dilakukan dengan menentukan hari khusus di sekolah. Sampah yang dibawa siswa ditimbang oleh petugas, lalu hasilnya dicatat dalam sistem yang terhubung dengan rekening masing-masing peserta.
“Karena mereka sudah kita bekali literasi keuangan sejak dini, khususnya SMP,” ujarnya.
Otto menjelaskan edukasi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan menabung. Pelajar juga diperkenalkan pada cara membedakan kebutuhan dan keinginan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah membangun pemahaman tentang pengelolaan uang secara bijak. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan memiliki kemampuan mengatur keuangan sejak usia sekolah.
Program Bank Sampah diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan kepedulian lingkungan dan literasi keuangan. Melalui kegiatan ini, pelajar dapat belajar menabung, mengelola hasil usaha, dan memahami nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....