Jembatan Gantung Bumi Arum Rampung, Warga Masih Menunggu Jembatan Permanen
- 31 Agt 2026 14:56 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Tidak ada pita yang digunting. Tidak ada panggung atau seremoni peresmian. Setelah dua hari dikerjakan bersama, Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, kembali dapat digunakan warga.
Perbaikan justru ditutup dengan cara sederhana. Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra bersama warga makan bersama dan membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Di balik suasana sederhana itu, ada pekerjaan yang lebih penting: mengembalikan akses warga yang sebelumnya dilintasi dengan rasa waswas.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter tersebut mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Kayu penopang yang lapuk dan berlubang diganti dengan kayu baru berukuran lebih tebal. Besi yang putus diperbaiki dengan pengelasan, sementara plat penjepit dipasang untuk memperkuat konstruksi.
| Baca juga: Pemprov Percepat Pembangunan Jalan Provinsi |
Sejumlah bagian jembatan kemudian dicat ulang dan area di sekitarnya dibersihkan. Pekerjaan itu bukan hanya dilakukan aparat kepolisian. Lebih dari 200 warga dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo ikut turun tangan.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra bersama Wakapolres Kompol Samsuri, jajaran pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo, serta Kepala Pekon Bumi Arum dan Sinar Baru Timur turut bekerja bersama warga.
Antusiasme masyarakat membuat pekerjaan selesai lebih cepat dari perkiraan. Setelah rampung, jembatan kembali diserahkan kepada masyarakat tanpa seremoni khusus.
“Ini adalah milik masyarakat. Kita perbaiki bersama, kita gunakan bersama dan tentu kita jaga bersama. Harapannya setelah ini masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Dadi, Senin, 31 Agustus 2926.
Makan bersama dan pembagian sembako kemudian menjadi penutup kegiatan. Bagi warga, yang terpenting bukan bagaimana jembatan itu diresmikan, melainkan bagaimana mereka bisa kembali melintasinya tanpa rasa khawatir.
“Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Kami yang setiap hari lewat tentu sangat merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan setelah diperbaiki ini bisa lebih aman dan sama-sama kita rawat,” ujar Samsudin, warga Pekon Bumi Arum.
Dibangun Swadaya Sejak 1982
Di balik jembatan yang baru diperbaiki itu, tersimpan sejarah panjang gotong royong warga. Kepala Pekon Bumi Arum Sukimin mengatakan jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 1982 menggunakan swadaya masyarakat. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 1990, jembatan itu pernah ambruk dan menyebabkan delapan orang menjadi korban. Sejak saat itu, warga secara mandiri terus merawat dan memperbaiki jembatan. Hampir setiap tahun ada bagian yang harus dibenahi agar akses tersebut tetap bisa digunakan.
“Setiap tahun memang perlu ada perbaikan dan selama ini menggunakan anggaran swadaya murni masyarakat. Baru tahun ini kita mendapatkan bantuan perbaikan dari Polres Pringsewu,” kata Sukimin.
Namun, perbaikan kali ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga. Mereka masih berharap pemerintah memberi perhatian lebih jauh dengan membangun jembatan permanen. Sebab, Jembatan Gantung Bumi Arum bukan sekadar penghubung dua sisi wilayah. Akses ini menjadi jalur penting yang menghubungkan masyarakat di Kecamatan Pringsewu, Sukoharjo hingga Banyumas.
Setiap hari jembatan digunakan anak-anak untuk bersekolah, petani membawa hasil pertanian, hingga warga yang menjalankan aktivitas perdagangan. Ketika jembatan tidak dapat dilalui, warga harus mengambil jalur lain yang lebih jauh dan membutuhkan tambahan waktu perjalanan.
Karena itu, perbaikan kali ini memang memberi kelegaan. Tetapi bagi warga, pekerjaan rumahnya belum selesai. Jembatan gantung itu kini kembali kokoh dan bisa dilintasi. Harapan mereka berikutnya lebih sederhana sekaligus lebih besar: suatu hari nanti, jembatan ini tak lagi perlu diperbaiki hampir setiap tahun karena sudah berganti menjadi jembatan permanen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....