Kurang dari Dua Hari, Jembatan Gantung Bumi Arum Pulih Berkat Gotong Royong Warga
- 31 Agt 2026 14:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Lebih dari 200 warga turun tangan memperbaiki Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Kurang dari dua hari, jembatan yang sebelumnya rusak itu kembali bisa dilintasi warga. Perbaikan dilakukan setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra meninjau kondisi jembatan dan mendengar langsung keluhan masyarakat.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter tersebut menjadi penghubung penting antara wilayah Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Sukoharjo. Setiap hari, lebih dari 250 sepeda motor dan ratusan pejalan kaki menggunakan akses tersebut. Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian, mulai dari kayu penopang yang lapuk hingga material besi yang putus.
Kayu yang rusak kemudian diganti dengan material baru berukuran lebih tebal. Bagian besi yang putus diperbaiki melalui pengelasan, sementara plat penjepit dipasang untuk memperkuat posisi kayu dan konstruksi jembatan. Setelah perbaikan konstruksi selesai, sejumlah bagian jembatan dicat ulang dan area sekitar dibersihkan.
Awalnya, pekerjaan direncanakan dilakukan oleh personel Polres Pringsewu bersama sejumlah warga. Namun, warga dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo justru berdatangan dan ikut bekerja. Jumlahnya mencapai lebih dari 200 orang.
Gotong royong tersebut membuat pekerjaan yang semula diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua hari. Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, perbaikan dilakukan agar masyarakat dapat kembali menggunakan jembatan dengan lebih aman.
“Renovasi ini merupakan bentuk nyata polisi hadir di tengah masyarakat. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari beberapa pekon yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo,” kata Dadi, Senin , 31 Agustus 2026.
Menurut Dadi, fungsi jembatan tersebut cukup vital. Selain menjadi jalur mobilitas warga, akses itu digunakan anak-anak untuk bersekolah, petani membawa hasil pertanian, hingga warga menjalankan aktivitas perdagangan.
“Jembatan ini sebelumnya mengalami beberapa kerusakan sehingga kita lakukan perbaikan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta aktivitas mereka menjadi lebih mudah dan lancar,” ujarnya.
Keberadaan jembatan juga membuat perjalanan warga jauh lebih singkat. Jika jembatan tidak dapat dilalui, warga harus mengambil jalur memutar sekitar 15 hingga 16 kilometer dengan tambahan waktu tempuh sekitar 30 menit.
“Dengan adanya fasilitas ini tentu sangat menghemat waktu masyarakat,” kata Dadi.
Selama proses perbaikan, Dadi bersama Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo, serta Camat Pringsewu turut turun tangan bersama warga. Bagi warga, hasil perbaikan langsung terasa. Septi, warga Pekon Sinar Baru Timur, mengatakan sebelumnya ia harus lebih berhati-hati ketika melintasi jembatan karena melihat sejumlah bagian yang rusak.
“Sekarang kami lebih lega. Sebelumnya kalau lewat memang merasa takut karena ada bagian yang rusak. Setelah diperbaiki seperti ini, mudah-mudahan lebih aman,” ujarnya.
Setelah perbaikan selesai, jembatan kembali digunakan masyarakat. Tidak ada seremoni khusus. Makan bersama dan pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan menjadi penutup kegiatan. Jembatan Gantung Bumi Arum pun kembali menjalankan fungsinya sebagai jalur penghubung warga.
Perbaikannya mungkin sederhana, tetapi prosesnya menunjukkan satu hal: ketika aparat dan masyarakat turun tangan bersama, sebuah akses penting bagi warga bisa kembali digunakan tanpa menunggu waktu lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....