Jembatan Gantung Bumi Arum Mulai Dibersihkan, Warga Harap Tak Berhenti di Cat
- 31 Agt 2026 14:54 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Pembersihan dan pengecatan mulai dilakukan di Jembatan Gantung Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. Langkah awal renovasi ini dilakukan setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra meninjau kondisi jembatan dan mendengar langsung keluhan warga.
Kapolres kembali mendatangi jembatan tersebut pada Selasa 25 Agustus 2926, sehari setelah melakukan peninjauan awal. Sejumlah pekerja mulai membersihkan bagian jembatan dan mengecat ulang besi serta kawat penopang. Pengecatan dilakukan sebagai bagian dari perawatan sekaligus untuk membantu melindungi material besi dari paparan cuaca dan korosi.
AKBP Dadi mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan penanganan jembatan berjalan sekaligus melihat bagian mana saja yang masih membutuhkan perbaikan.
“Setelah kemarin kita melihat langsung kondisi jembatan dan mendengar keluhan masyarakat, hari ini kita kembali mengecek proses penanganannya. Untuk tahap awal dilakukan pembersihan dan pengecatan ulang pada bagian besi serta kawat penopang,” kata Dadi.
Namun, bagi warga, persoalan jembatan bukan sekadar soal tampilan yang kusam. Sejumlah bagian konstruksi, termasuk lantai yang berlubang serta besi dan kawat penopang, disebut perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Warga berharap proses renovasi tidak berhenti pada pembersihan dan pengecatan, tetapi berlanjut pada pembenahan bagian jembatan yang mengalami kerusakan. Kapolres mengatakan aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam penanganan jembatan yang digunakan masyarakat setiap hari tersebut.
“Kita ingin perbaikan ini dilakukan dengan memperhatikan keselamatan. Bagian-bagian yang memang sudah membutuhkan penanganan harus dicek dan diperbaiki sesuai kebutuhannya,” ujarnya.
Di sela peninjauan, Dadi juga berdialog dengan warga. Mereka menyampaikan kondisi yang dirasakan saat melintasi jembatan, termasuk kekhawatiran terhadap bagian-bagian yang mulai rusak. Jembatan Gantung Bumi Arum memiliki fungsi penting bagi warga karena menjadi akses alternatif yang menghubungkan Pekon Bumi Arum dengan Pekon Sinar Baru Timur.
Jembatan sepanjang sekitar 55 meter itu setiap hari dilalui ratusan kendaraan roda dua. Keberadaannya memangkas perjalanan warga hingga sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, dibandingkan jika harus menggunakan jalur utama melalui Jembatan Way Sekampung.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar jalur penghubung. Akses tersebut digunakan untuk bekerja, sekolah, berdagang hingga membawa hasil pertanian. Jembatan yang pembangunannya diawali secara swadaya masyarakat sekitar 1980 itu pernah direnovasi pada 2024. Namun, sejumlah bagian kembali mengalami kerusakan.
Karena itu, warga berharap penanganan kali ini dapat dilakukan secara menyeluruh, sehingga jembatan yang telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat selama puluhan tahun tersebut tidak hanya terlihat lebih baik, tetapi juga benar-benar aman digunakan.
Kapolres meminta masyarakat tetap berhati-hati selama proses perbaikan berlangsung serta ikut menjaga jembatan setelah renovasi dilakukan.
“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Kita berharap dengan adanya penanganan ini kondisi jembatan semakin baik, dan masyarakat yang menggunakan akses ini bisa merasa lebih aman,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....