Bupati Pringsewu: Membangun Daerah Tak Cukup Hanya dengan Jalan dan Jembatan
- 31 Agt 2026 14:54 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya jalan, jembatan, atau gedung yang berdiri. Bagi Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, pembangunan juga harus menyentuh manusia yang menjadi penggeraknya. Pesan itu disampaikan Riyanto saat menghadiri Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Haul KH. Abdullah Sayuti di Pondok Pesantren Nurul Huda, Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan.
Menurut Riyanto, peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok ulama yang telah wafat, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali melihat nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan KH. Abdullah Sayuti. Semasa hidup, KH. Abdullah Sayuti dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri untuk syiar Islam, mendidik umat, dan mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia.
"Dalam konteks meneladani perjuangan para ulama, kita tentu tidak bisa melepaskan diri dari sumber keteladanan yang utama, yaitu Nabi Muhammad SAW," ujar Riyanto.
Ia menilai semangat keteladanan Rasulullah SAW dan perjuangan para ulama dapat menjadi fondasi dalam menjalankan pembangunan di Kabupaten Pringsewu. Riyanto mengatakan, pemerintah daerah saat ini berupaya mewujudkan visi Pringsewu Makmur , yang mencakup masyarakat mandiri, lingkungan yang aman dan kondusif, pembangunan yang maju, sumber daya manusia yang unggul, serta kehidupan masyarakat yang religius.
Namun, pembangunan tersebut menurutnya tidak berhenti pada pembangunan fisik.
"Membangun daerah bukan hanya membangun jalan, jembatan, dan gedung. Jauh lebih penting adalah membangun manusianya," katanya.
Ia menyebut daerah yang maju bukan hanya daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Lebih dari itu, kemajuan juga tercermin dari masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu hidup saling menghormati. Karena itu, Riyanto memandang pondok pesantren memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Pesantren dinilai tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan kualitas generasi muda.
"Membangun manusia adalah bagian penting dari pembangunan. Dan pesantren adalah mitra strategis bagi mewujudkan cita-cita tersebut," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Riyanto juga mengajak para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus berjalan bersama pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan fisik membutuhkan dukungan masyarakat, sementara pembangunan mental dan spiritual membutuhkan peran para ulama serta lembaga pendidikan keagamaan.
Pengajian tersebut menghadirkan Al-Mukarom KH. Achmad Yazid Bustomi, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah Al-Hasani, Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan turut dihadiri jajaran Pemkab Pringsewu, DPRD, Forkopimda, penasehat Majelis Kemakmuran Nurul Huda KH. M. Shohib, serta keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....