Pemprov Lampung Dorong Ekspor Berbasis Desa

  • 27 Agt 2026 09:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan program ekspor berbasis desa sebagai bagian dari Program Desaku Maju.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat terkait Program Ekspor dari Desa yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Rabu 26 Agustus 2026.

Program ekspor berbasis desa tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan aktivitas perekonomian desa, tetapi juga menjadi strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendapatan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi dari hulu hingga hilir.

Pemprov Lampung mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama masyarakat desa mengambil peran sebagai pelaku utama dalam rantai ekonomi, termasuk menjadi pengusaha dan eksportir. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah agar lebih banyak dinikmati masyarakat desa.

Dalam rapat tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung menyampaikan bahwa pemetaan komoditas unggulan tengah dilakukan di sejumlah daerah. Pemetaan ditujukan untuk mengidentifikasi komoditas yang memiliki potensi dikembangkan dan menembus pasar ekspor.

Untuk merealisasikan konsep ekspor dari desa, diperlukan sinergi lintas organisasi perangkat daerah dan lembaga terkait. Sinergi mencakup penyusunan konsep dan regulasi, pemetaan komoditas, penguatan kelembagaan BUMDes, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pendampingan proses ekspor.

Marindo mengatakan konsep ekspor dari desa merupakan bagian dari ekosistem Program Desaku Maju yang perlu segera diterjemahkan dalam dokumen dan alur kerja yang jelas.

"Keputusan dari rapat hari ini bahwa kita akan memastikan konsep ini, dokumen tertulisnya harus diselesaikan oleh Bappeda bersama dengan Perindag terkait dengan alur prosesnya," jelasnya.

Selain penyusunan dokumen, Pemprov Lampung akan menyiapkan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes. Upaya tersebut akan disinergikan dengan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelola BUMDes yang dijadwalkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi (PMD) pada September mendatang.

"Kemudian simultan dengan proses itu juga, kita segera melaksanakan workshop. Kebetulan memang di bulan September ini akan ada Bimtek peningkatan kapasitas pengelola BUMDes di PMD, oleh karenanya nanti Perindag dan Bappeda segera berkoordinasi dengan PMD untuk memastikan program tersebut," tegasnya.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemprov Lampung menargetkan desa tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat kapasitas usaha, serta mengambil peran lebih besar dalam rantai perdagangan hingga pasar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....