Penetrasi Pasar, Minyak Goreng Rp15.500 dan Beras Rp10.500 di Pasar Gadingrejo

  • 24 Agt 2026 16:47 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Harga minyak goreng Rp15.500 per liter dan beras SPHP Rp10.500 per kilogram ditawarkan kepada warga dalam program penetrasi pasar di Pasar Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin, 24 Agustus 2026. Di tengah harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, program tersebut menjadi pilihan bagi warga untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pringsewu menggelar penjualan minyak goreng dan beras SPHP sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat.

Pegawai perwakilan Diskoperindag Kabupaten Pringsewu, Mirza, mewakili Kepala Diskoperindag Pringsewu Sulistyo Ningsih, mengatakan penetrasi pasar merupakan program pemerintah untuk meredam kenaikan harga dan menjaga stabilitas harga pangan di kabupaten/kota di Lampung.

“Ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui program penetrasi pasar untuk meredam dan menjaga stabilitas harga di kabupaten/kota di Lampung,” kata Mirza.

Dalam kegiatan tersebut, minyak goreng dijual Rp15.500 per liter. Setiap warga dibatasi membeli maksimal dua liter. Sementara beras SPHP dijual Rp10.500 per kilogram atau Rp52.500 untuk kemasan lima kilogram.

Pada pelaksanaan di Pasar Gadingrejo, pemerintah menyiapkan sekitar 1.200 liter minyak goreng dan 27 karung beras SPHP. Penetrasi pasar di Gadingrejo dilaksanakan secara berkala dengan skema satu kali setiap pekan.

Mirza mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan pertama penetrasi pasar di Gadingrejo selama Agustus 2026. Meski demikian, secara keseluruhan program tersebut merupakan kegiatan rutin pemerintah.

“Ini kegiatan yang rutin dilaksanakan. Untuk bulan Agustus ini menjadi yang pertama di Gadingrejo,” ujarnya.

Bagi warga Gadingrejo, harga yang ditawarkan dalam program tersebut cukup membantu, terutama di tengah keterbatasan stok minyak goreng yang tersedia di pasaran. Salah seorang warga Gadingrejo, Asih, mengatakan program penetrasi pasar tersebut sangat baik karena memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Sangat baik, Pak. Karena terutama sangat membantu warga, Pak,” kata Asih.

Menurut Asih, keberadaan minyak goreng dengan harga terjangkau menjadi keuntungan tersendiri bagi warga. Ia menyebut keterbatasan stok minyak yang tersedia menjadi salah satu alasan program seperti ini dibutuhkan masyarakat.

“Dengan keterbatasan stok minyak yang ada, jadi dengan cara seperti ini cukup membantu warga,” ujarnya.

Asih mengatakan dirinya memang lebih sering memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbelanja di pasar. Ia tidak terlalu sering membeli kebutuhan pokok dari pedagang keliling. Menurutnya, pedagang keliling yang biasa ditemui lebih banyak menjual sayuran.

“Kalau yang jualan keliling itu sayurannya, Pak. Tapi lebih sering kalau ke pasar,” katanya.

Asih berharap program penjualan bahan pangan dengan harga terjangkau tersebut dapat terus dilaksanakan karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....