Lampung Targetkan 5.000 Peserta Ikuti Pelatihan Kerja Bersertifikat BNSP
- 24 Agt 2026 16:48 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja menyiapkan program pelatihan kerja yakni Tailor Made Training (TMT) sebagai bagian dari stimulus ekonomi semester II 2026.
Program yang berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2026 tersebut menargetkan 3.000 hingga 5.000 peserta untuk mengikuti pelatihan berbasis vokasi sekaligus memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung, Agus Nompitu, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pelatihannya ini lebih berorientasi pada vokasi, sehingga nanti diharapkan dengan pelatihan peserta bisa wirausaha mandiri atau dia bisa masuk ke dunia industri,” kata Agus Nompitu.
Agus menjelaskan, jenis pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus hasil verifikasi terhadap bidang yang memiliki orientasi pasar kerja.
Beberapa bidang yang disiapkan antara lain barista, pengelasan listrik, make up artist (MUA), menjahit, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), elektronik, hingga otomotif.
"Bidangnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi yang memang kami verifikasi dia berorientasi pasar kerja. Seperti misalnya barista, kemudian mungkin pengelasan listrik, mua, make up artist, mau pun juga menjahit, apalagi TIK, elektronik, otomotif dan lainnya," jelasnya.
Dinas Tenaga Kerja Lampung juga membuka peluang bagi berbagai kelompok masyarakat untuk memanfaatkan program pelatihan tersebut.
Agus menyebut kelompok masyarakat di desa, pemerintah kabupaten/kota, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), perguruan tinggi, hingga lembaga strategis lainnya dapat mengambil bagian dalam program tersebut.
Melalui TMT, Pemprov Lampung berharap semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang diakui secara profesional. Sertifikasi BNSP yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia industri.
Di sisi lain, peserta yang memilih jalur kewirausahaan dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membangun usaha secara mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....