Gubernur Mirza: Masyarakat Batak Sudah Menjadi Bagian dari Keluarga Besar Lampung
- 25 Agt 2026 08:42 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa masyarakat Batak yang telah lama menetap dan membangun kehidupan di Provinsi Lampung merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar daerah tersebut, sehingga keberagaman suku dan budaya yang ada harus dipandang sebagai kekuatan bersama dalam membangun Lampung. Penegasan itu disampaikan Mirza saat menghadiri Tahun Transformasi dan HUT ke-6 HKBP Distrik XXXII Lampung yang berlangsung di Gedung Graha Adora, Pesawaran, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Mirza mengajak masyarakat untuk tidak melihat keberagaman semata-mata berdasarkan asal-usul suku, melainkan menjadikannya sebagai bagian dari identitas bersama sebagai warga Lampung yang hidup berdampingan dalam suasana damai dan penuh kebersamaan. Ia mengatakan, kuatnya rasa memiliki terhadap Lampung tercermin ketika masyarakat Batak yang tinggal di daerah tersebut tetap menyebut dirinya sebagai orang Lampung ketika berada di luar daerah.
“Walaupun berasal dari suku Batak dan merupakan bagian dari HKBP, saya yakin ketika Bapak dan Ibu berada di Sumatera Utara dan ditanya orang mana, jawabannya orang Lampung, ketika pergi ke Pulau Jawa dan ditanya dari mana, jawabannya pun dari Lampung,” ujar Mirza dalam sambutannya di hadapan masyarakat yang hadir. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Lampung bukan sekadar tempat tinggal, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Batak yang selama bertahun-tahun menetap serta berkontribusi di daerah tersebut.
Mirza menilai keterikatan masyarakat Batak dengan Lampung menunjukkan adanya ikatan sosial yang kuat antara kelompok masyarakat pendatang dan daerah yang menjadi tempat mereka membangun kehidupan, sehingga perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun rasa persaudaraan. “Artinya, meskipun memiliki latar belakang suku Batak, hati dan keberadaan Bapak dan Ibu telah menjadi bagian dari keluarga besar Provinsi Lampung, inilah kita, keluarga besar Provinsi Lampung,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Lampung memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan tradisi yang beragam, yang selama ini hidup berdampingan serta mengambil peran dalam perkembangan daerah. Menurut Mirza, keberagaman tersebut merupakan modal sosial yang penting untuk menjaga kedamaian, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan Lampung agar dapat terus berjalan secara bersama-sama.
“Seluruh suku bangsa hadir di sini, hidup dengan damai, berkolaborasi, bekerja sama, bergotong royong, menjaga budaya masing-masing, serta bersatu untuk mencintai dan membangun Lampung,” ujar Mirza, seraya menekankan pentingnya mempertahankan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi dan gotong royong tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing sebagai bagian dari kekayaan sosial Provinsi Lampung.
Mirza berharap semangat persatuan dan kebersamaan tersebut terus dipelihara oleh seluruh masyarakat Lampung sehingga perbedaan identitas budaya tidak berubah menjadi sekat yang memisahkan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dikelola dengan semangat persaudaraan dapat menjadi fondasi penting bagi terciptanya Lampung yang damai, harmonis, dan semakin maju dengan seluruh masyarakatnya memiliki rasa cinta serta tanggung jawab yang sama terhadap daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....