Warga Tanjung Kerta Pesawaran Tewas dalam Kecelakaan Beruntun
- 24 Agt 2026 07:19 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat 21 Agustus 2026 malam. Dua orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan tersebut melibatkan truk boks Isuzu, Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, serta dua sepeda motor. Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kepala Desa Tanjung Kerta, Jamauddin, membenarkan adanya warganya yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Menurut Jamauddin, korban merupakan satu keluarga yang sebelumnya pergi ke Bandung untuk mengantar salah satu anggota keluarga yang akan melanjutkan kuliah setelah mendapat beasiswa.
“Anaknya mau kuliah di Bandung, dapat beasiswa. Jadi dari pihak keluarga mengantar,” kata Jamauddin, Minggu, 23 Agustus 2026.
Setelah mengantar anak tersebut dan menyelesaikan sejumlah keperluan, keluarga itu kemudian bertolak pulang ke Pesawaran. Namun, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di kawasan Puncak Ciloto.
“Yang meninggal itu sama ibunya,” ujar Jamauddin.
Berdasarkan dokumen identitas korban yang diterima, dua korban tercatat sebagai warga Desa Tanjung Kerta, yakni Milhayati (51) dan Hadori (56). Jenazah keduanya rencananya dibawa ke Desa Tanjung Kerta untuk dimakamkan di pemakaman umum desa. Jenazah diperkirakan tiba di rumah duka sekitar pukul 04.00-05.00 WIB.
“Sudah mulai ramai,” kata Jamauddin.
Ia mengatakan, waktu pemakaman masih menunggu keputusan keluarga. Sementara itu, berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan bermula saat truk boks Isuzu melaju dari arah Bogor menuju Cianjur.
Saat melintasi ruas jalan menurun di kawasan Puncak, truk diduga mengalami kendala teknis hingga menabrak sejumlah kendaraan dari arah berlawanan. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan. Dugaan rem blong belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....