Mahasiswa Baru Diajak Seimbangkan IPK dan Ketahanan Mental
- 22 Agt 2026 12:08 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tekanan untuk mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi kerap membuat mahasiswa mengabaikan kondisi kesehatan mental dan kesejahteraan diri. Fenomena psikologis yang marak dialami generasi muda di tengah kompetisi pendidikan modern ini menjadi perhatian serius.
Persoalan tersebut dibahas dalam seminar edukasi bagi ratusan mahasiswa baru di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Lampung. Kegiatan ini difokuskan untuk membangun pemahaman bahwa keberhasilan akademik harus sejalan dengan ketahanan mental.
Ketua Pelaksana Seminar Jesika Simbolon menjelaskan bahwa tuntutan akademik yang tinggi acap kali memicu stres di kalangan mahasiswa. Kondisi ini melatarbelakangi perlunya ruang diskusi agar mahasiswa memiliki perspektif yang lebih sehat terhadap arti sebuah prestasi.
"Banyak mahasiswa yang stres karena terlalu fokus mengejar IPK yang tinggi, prestasi akademik penting tetapi kesehatan mental juga harus diperhatikan," ujar Jesika, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.
Narasumber seminar M Aqil Baihaqi menekankan bahwa keberhasilan seseorang di perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari angka IPK. Kemampuan mengelola emosi, mengambil keputusan, serta bangkit dari kegagalan menjadi kompetensi krusial yang wajib dimiliki.
Ia menambahkan bahwa ketahanan mental (mental resilience) sangat menentukan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tekanan kampus maupun dunia kerja. Pembentukan karakter yang kuat dipandang sama pentingnya dengan penguasaan materi perkuliahan.
Keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan juga disarankan sebagai sarana membentuk kepemimpinan dan jaringan pendukung (support system). Lingkungan sosial yang positif diyakini mampu membantu mahasiswa beradaptasi secara lebih sehat selama masa studi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....