Polda Lampung Gelar FGD Mitigasi Hoaks dan Ujaran Kebencian
- 20 Agt 2026 15:05 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Polda Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema mitigasi hoaks dan ujaran kebencian di media sosial guna mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Golden Tulip, Bandarlampung, Kamis 20 Agustus 2026.
FGD ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai unsur strategis, yakni dari jajaran pemerintahan, akademisi, pakar teknologi, tokoh agama, hingga kepolisian. Langkah lintas sektor ini dihadirkan guna merumuskan strategi penanganan kerawanan di ruang digital.
Wadirbinmas Polda Lampung AKBP Abdul Rahman Napitupulu memaparkan pengelolaan ruang digital kini menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, dinamika di media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu konflik sosial, memecah persatuan, serta merusak kepercayaan publik.
"Apalagi Provinsi Lampung memiliki keberagaman sosial yang tinggi sehingga rentan terhadap penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang menyangkut isu SARA dan dinamika sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat," ujar Abdul Rahman.
Untuk mengatasi ancaman kejahatan siber tersebut, Polri menjalankan peran komprehensif mulai dari penegakan hukum melalui Direktorat Tindak Pidana Siber, pemantauan medsos, kampanye literasi digital, hingga penguatan SDM dan teknologi modern. Abdul Rahman mengimbau masyarakat untuk selalu membiasakan saring sebelum sebar dan melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi di media sosial.
Sisi edukasi dan peningkatan literasi juga ditekankan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo yang hadir sebagai narasumber dari unsur pemerintah. Pihaknya mengapresiasi keterlibatan audiens yang beragam, mulai dari pelajar, UMKM, organisasi wanita, hingga pengemudi ojek online.
"Langkah paling strategis adalah terus meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap media dan isi kontennya. Caranya dengan periksa sumbernya, periksa akunnya, dan ukur apakah logis atau tidak. Jika informasi itu sudah membuat emosi, itu tanda kita termakan provokasi. Berhenti sejenak dan stop penyebarannya," kata Ganjar Jationo.
Melalui forum diskusif ini, seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait diharapkan dapat memperkuat sinergisitas dalam memantau serta menangkal sebaran konten negatif. Kesadaran kolektif dari tiap individu menjadi benteng utama agar ruang digital di Provinsi Lampung tetap aman, kondusif, dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....