Unjuk Rasa di Mapolda Lampung Berlangsung Kondusif, Polisi Bersihkan Sampah Massa

  • 19 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Ratusan karyawan Sungai Budi Group melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Lampung pada 19 Agustus 2026 dalam kondisi aman dan kondusif.
  • Aksi unjuk rasa merupakan respons terhadap kerusuhan dan pembakaran aset PT Bumi Sentosa Abadi di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah pada 12 Agustus 2026.
  • Polda Lampung menerapkan strategi pengamanan humanis untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan masyarakat dan pengguna jalan.

RRI.CO.ID, Lampung Selatan - Aksi unjuk rasa ratusan karyawan Sungai Budi Group di depan Mapolda Lampung, Rabu 19 Agustus 2026, berlangsung aman dan kondusif. Aksi tersebut merupakan buntut dari kerusuhan dan pembakaran sejumlah aset PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, yang terjadi pada 12 Agustus 2026.

Kepolisian Polda Lampung mengedepankan pengamanan secara humanis untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan masyarakat maupun pengguna jalan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, seluruh rangkaian pengamanan dilakukan untuk menjamin hak masyarakat menyampaikan pendapat sekaligus menjaga situasi tetap aman.

"Kami memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib dan kondusif. Personel kami melakukan pengamanan secara humanis dan terukur," kata Yuni, Rabu 19 Agustus 2026.

Ratusan Personel Disiagakan

Untuk mengamankan aksi tersebut, kepolisian menyiagakan personel dari sejumlah satuan kewilayahan. Tercatat sebanyak 243 personel berada di Polda Lampung, sementara 175 personel dari Lampung Tengah dan 250 personel dari Lampung Selatan turut dilibatkan dalam pengamanan kegiatan.

Yuni mengatakan, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari langkah kepolisian untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.

"Pengamanan kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami mengajak seluruh peserta aksi menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum," ujarnya.

Menurut Yuni, hingga massa membubarkan diri tidak terjadi gangguan keamanan yang berarti. Kepolisian juga terus melakukan komunikasi dengan koordinator lapangan agar seluruh rangkaian aksi berjalan sesuai ketentuan.

"Kami mengapresiasi peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif," katanya.

Polisi Bersihkan Sisa Sampah

Ada hal lain yang dilakukan personel kepolisian setelah aksi berakhir. Sejumlah anggota yang sebelumnya melakukan pengamanan terlihat membersihkan sampah dan sisa perlengkapan yang ditinggalkan pengunjuk rasa di sekitar lokasi.

Petugas mengumpulkan sampah yang berserakan di badan jalan maupun area sekitar Mapolda Lampung. Langkah tersebut dilakukan agar kawasan yang menjadi lokasi penyampaian aspirasi kembali bersih dan dapat digunakan masyarakat seperti semula.

"Kami tidak hanya bertugas mengamankan kegiatan, tetapi juga memastikan kondisi lingkungan setelah kegiatan kembali tertib dan bersih. Ini bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat," ujar Yuni.

Yuni menambahkan, kepolisian mengajak seluruh pihak menjaga situasi Lampung tetap aman dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Silakan sampaikan aspirasi sesuai aturan yang berlaku. Kami mengimbau seluruh pihak tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta mempercayakan proses hukum kepada kepolisian," tegasnya.

Aksi unjuk rasa kemudian berakhir dengan tertib. Personel kepolisian tetap bersiaga untuk memastikan situasi di sekitar Mapolda Lampung tetap aman setelah massa meninggalkan lokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....