HUT ke-81 RI, Ade Utami Ajak Kader PKS Wujudkan Kemerdekaan Lewat Kerja Nyata
- 18 Agt 2026 21:18 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, makna patriotisme dinilai tidak lagi cukup diukur dari kemampuan menjaga kedaulatan negara. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PKS Lampung H. Ade Utami Ibnu dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di pelataran DPW PKS Lampung. Ia mengajak kader menjadikan semangat patriotisme sebagai kerja nyata untuk menjawab persoalan rakyat.
Menurut Ade, bangsa yang telah merdeka selama lebih dari delapan dekade perlu mengukur keberhasilan pembangunan melalui kondisi kehidupan masyarakat. Ia mempertanyakan sejauh mana petani dan nelayan telah berdaya, masyarakat desa memperoleh kesempatan ekonomi yang adil, serta generasi muda memiliki masa depan yang menjanjikan.
| Baca juga: PKS Lampung Gelar Dauroh Ilmu Mantiq |
“Kemerdekaan bukan sekadar usia, bukan sekadar upacara, bukan sekadar bendera yang kita kibarkan. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan nyata rakyat,” tegas Ade.
Ia mengatakan tema HUT ke-81 RI, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, perlu diterjemahkan ke dalam agenda yang konkret. Di antaranya melalui penguatan kedaulatan pangan, peningkatan keadilan dalam pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi yang mampu menghadirkan kesejahteraan secara lebih merata.
Ade juga menempatkan Lampung sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Menurutnya, kekuatan Lampung di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan harus diikuti dengan peningkatan daya tawar petani, penguatan UMKM, serta pembukaan lebih banyak ruang bagi generasi muda.
“Indonesia yang besar harus kita mulai dari Lampung yang kita cintai,” ujarnya.
Dalam konteks politik, Ade menegaskan PKS tidak ingin sekadar hadir dalam kompetisi kekuasaan. Ia mendorong partainya untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui politik gagasan, kepemimpinan yang bersih dan profesional, pelayanan yang konsisten, serta pemberdayaan ekonomi rakyat.
Menurutnya, kritik tanpa solusi tidak cukup untuk menghasilkan perubahan. Demikian pula gagasan tanpa aksi tidak akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ade menegaskan, ukuran patriotisme generasi saat ini bukan lagi perjuangan di medan perang, melainkan keberanian mengangkat persoalan rakyat dan bekerja mencari jalan keluarnya.
“Para pejuang dahulu memberikan darah dan nyawanya untuk merebut kemerdekaan. Tugas kita hari ini mungkin tidak lagi mengangkat senjata, tetapi mengangkat persoalan rakyat, mencari solusinya, bekerja keras, dan menghadirkan manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, warisan terbaik seorang kader maupun pemimpin bukanlah jabatan yang pernah diemban, melainkan kebaikan yang tetap dirasakan masyarakat setelah amanah tersebut selesai dijalankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....