UTB Gelar Expo KKN 2026, Perkenalkan Inovasi Mahasiswa untuk Desa
- 18 Agt 2026 09:38 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung: Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung menggelar Expo KKN UTB 2026 sebagai wadah untuk memperkenalkan berbagai hasil karya, inovasi, dan program mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa.
Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi untuk Desa, Dampak untuk Bangsa” tersebut berlangsung di Parkiran Universitas Tulang Bawang, Selasa (18/8/2026), dan terbuka untuk masyarakat umum.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tulang Bawang Lampung, Thabita Carolina, S.Sos., M.Si., mengatakan Expo KKN 2026 menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan berbagai program maupun produk inovatif yang dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.
Menurutnya, terdapat 23 desa di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN mahasiswa UTB. Melalui expo tersebut, hasil pendampingan dan inovasi mahasiswa selama berada di desa dapat diperkenalkan secara lebih luas.
“Dalam Expo KKN UTB 2026 ini, kami memperkenalkan berbagai program dan produk yang menjadi inovasi mahasiswa untuk desa terkait. Harapannya, inovasi tersebut tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Thabita.
Sementara itu, Rektor UTB Lampung, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., menjelaskan, expo tersebut pada prinsipnya menjadi ruang untuk mengekspos hasil karya mahasiswa selama menjalankan KKN sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki desa.
“Prinsipnya, expo ini merupakan ajang untuk mengekspos hasil karya anak-anak kita selama KKN, sekaligus memperkenalkan potensi yang ada di desa lokasi KKN. Kami ingin produk dan potensi desa dapat dikenal lebih luas sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme antara mahasiswa, masyarakat, dan pasar,” kata Sarono.
Beragam hasil inovasi mahasiswa ditampilkan dalam Expo KKN UTB 2026. Di antaranya briket dari sekam padi, alat pembakar sampah portabel berbahan drum, paving block dari sampah plastik, ramuan jahe tradisional untuk lansia, serta pupuk kandang untuk peternakan sapi.
Selain produk berbasis lingkungan dan pertanian, mahasiswa juga menghadirkan program edukasi dan pemberdayaan masyarakat, seperti sosialisasi hukum waris serta sosialisasi dan edukasi penggunaan obat yang tepat bagi keluarga.
Sarono menekankan, mahasiswa harus mampu meningkatkan kreativitas, aktif melakukan eksplorasi, serta tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai motor pembangunan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus terus meningkatkan kreativitas, melakukan eksplorasi, dan aktif, bukan pasif. Mereka harus mampu menjadi motor pembangunan. Jika hal seperti ini terus dilakukan, akan tumbuh inisiatif untuk menciptakan inovasi dan peluang bisnis dengan menghubungkan sumber daya lokal dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi yang dimiliki desa tidak seharusnya hanya berhenti di lingkungan desa. Dengan kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan serta mengkomunikasikan produk, sumber daya lokal dapat diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.
“Potensi yang ada di desa bisa kita bawa ke kota. Mahasiswa dapat terus mengekspos dan mengembangkan potensi tersebut. UTB juga siap menyediakan fasilitas untuk mahasiswa agar mereka benar-benar menjadi mahasiswa berdampak,” tutur Sarono.
Melalui Expo KKN UTB 2026, UTB berharap inovasi mahasiswa dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha berbasis sumber daya desa.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UTB dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya menyelesaikan program KKN, tetapi mampu meninggalkan karya dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....