Tim UBL Kembangkan Mesin Pengiris untuk Tingkatkan Produksi Keripik Pisang
- 14 Agt 2026 12:52 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tim Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bandar Lampung mengembangkan inovasi mesin pengiris pisang untuk Industri Rumah Tangga Keripik Cesylia. Langkah penerapan teknologi tepat guna tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi usaha olahan pisang di kawasan sentra Industri Keripik Pisang Jalan Pagar Alam Kelurahan Gunung Agung Kecamatan Tanjung Karang Kota Bandar Lampung.
Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Tim pengabdian terdiri dari kolaborasi akademisi Universitas Bandar Lampung dan Universitas Lampung yang beranggotakan Lina Maulidiana, Defrizal Martinus, Arnof Dwi Ferdiza, serta Hikmal Yusuf.

Langkah pendampingan ini difokuskan pada usaha olahan pisang kepok manado milik Suhartini di Gang Dempo IV Nomor 27 Segala Mider Tanjung Karang Barat. Suhartini merintis usaha grosir keripik pisang sejak tahun 2007 untuk memasok para pelaku usaha keripik pisang aneka rasa di kawasan wisata kuliner unggulan Kota Bandar Lampung.
Sebelumnya usaha rumah tangga ini mengalami kendala produksi karena proses pengirisan bahan baku masih menggunakan mesin sederhana yang tidak efisien. Permasalahan tersebut memicu ketidakkonsistenan ketebalan irisan tingginya biaya tenaga kerja penurunan kualitas produk hingga belum tersedianya standar operasional serta pengelolaan keuangan yang tertata.
Inovasi mesin iris pisang dan manajemen terstruktur hadir sebagai solusi untuk mendukung Asta Cita terkait penciptaan lapangan kerja berkualitas perkembangan industri kreatif serta kelanjutan infrastruktur pemerataan ekonomi. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals khususnya indikator Industri Inovasi dan Infrastruktur serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Proses perancangan mesin diawali dengan tahap observasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra secara mendalam. Tim merancang desain mekanik dengan material kuat dan higienis serta melengkapi sistem transmisi tenaga dan dudukan pisau yang mengutamakan keselamatan pengoperasian serta efisiensi energi.
Tahap fabrikasi dilanjutkan dengan pembuatan rangka pemasangan motor penggerak dudukan pisau hopper bahan hingga saluran keluaran hasil irisan. Setelah proses perakitan selesai tim melakukan pengujian kinerja mesin menggunakan bahan baku pisang untuk memastikan kelayakan kapasitas kecepatan dan keseragaman ketebalan irisan produk.
Setelah lulus uji teknis mitra diberikan pelatihan pengoperasian perawatan rutin keselamatan kerja serta pendampingan langsung dalam proses produksi harian. Penerapan mesin terbukti memangkas waktu pengirisan menghasilkan ketebalan yang seragam mengurangi risiko kehilangan bahan baku dan melipatgandakan kapasitas produksi keripik pisang mitra.

Ketua Tim Pengabdian UBL Lina Maulidiana menjelaskan pendampingan ke lokasi mitra dilaksanakan sebanyak delapan kali kunjungan sejak penandatanganan kontrak pada April 2026. Tahapan kegiatan mencakup sosialisasi persetujuan hibah, penyusunan program kerja, pelatihan penggunaan mesin, hingga evaluasi serta pemantauan keberlanjutan program secara mandiri.
"Penggunaan mesin pengiris pisang ini mempercepat waktu produksi dan menghasilkan irisan yang seragam," ujar Lina, Jumat 14 Agustus 2026 kepada RRI.
Pemilik Industri Rumah Tangga Keripik Cesylia Suhartini mengapresiasi bantuan alih teknologi yang diberikan tim akademisi. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mesin baru tersebut karena proses produksi menjadi jauh lebih hemat waktu dan biaya.
"Kehadiran mesin ini membuat proses pengirisan bahan baku pisang jauh lebih cepat dan efisien," ujar Suhartini.
Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan usaha sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif daerah di Bandar Lampung. Penguatan manajemen serta pendampingan terstruktur menjadi kunci keberlanjutan usaha keripik pisang agar terus berkembang pada masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....