Pemkab Tubaba Targetkan Permodalan UMKM Rp500 Juta per Desa
- 13 Agt 2026 13:10 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memperkuat akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) sekaligus peluncuran Program Tubaba-Q Berdaya KUR Super Mikro dan KUR Mikro di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Kamis, 13 Agustus 2026.
Bupati Novriwan Jaya mengatakan penguatan ekonomi masyarakat perlu didukung dengan akses permodalan agar pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya.
"Satu-satunya cara membangun sektor perekonomian masyarakat adalah dengan menambah uang yang beredar. Melalui fasilitasi KUR Super Mikro dan KUR Mikro ini, kita ingin melahirkan pengusaha dan wirausahawan baru di Tubaba," ujar Novriwan.
Pemkab Tubaba menargetkan penyaluran permodalan hingga Rp500 juta per desa. Dengan 103 desa, nilai permodalan yang ditargetkan mencapai lebih dari Rp50 miliar.
Area Manager BSI Bandar Lampung Lutvy Indaka menyampaikan dukungan terhadap program tersebut. BSI berkomitmen membantu pelaksanaan KUR sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah di kawasan pasar dan masyarakat Tubaba dalam dua bulan ke depan.
BSI juga menawarkan sejumlah layanan keuangan syariah, termasuk layanan investasi emas melalui Bullion Bank serta layanan perencanaan ibadah haji bagi masyarakat Tubaba.
Kerja sama Pemkab Tubaba dan BSI tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Tubaba juga telah melaksanakan penyaluran tahap pertama Program TubabaQ Berdaya.
Pada tahap pertama, program tersebut menyalurkan pembiayaan melalui skema KUR Supermikro dan KUR Mikro kepada masyarakat penerima manfaat.
Berdasarkan penyaluran tahap awal, total plafon pembiayaan mencapai Rp870 juta, yang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, antara lain sektor sembako, perkebunan, perikanan, peternakan, dan berbagai usaha produktif lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....