Poltekkes Tanjungkarang Perkuat Kader Posyandu Pujobasuki

  • 13 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang kembali menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Kampung Pujobasuki, Kecamatan Trimurjo. Ketua PPDM tahun 2026, Iwan Sariyanto, S.S.T., M.Si. dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, mengatakan kegiatan tersebut mulai dilaksanakan sejak April 2026 dengan melibatkan tim lintas bidang.

Program yang memasuki tahun ketiga pelaksanaan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. PPDM tahun 2026 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif dan Peningkatan Keterampilan Menuju Kecakapan Kader Utama Posyandu Terintegrasi di Kampung Pujobasuki, Kecamatan Trimurjo.”

Tim tersebut terdiri atas Ika Oktaviani, dari Jurusan Kebidanan, Ns. Riyanto, dari Jurusan Keperawatan, serta Roza Mulyani, dari bidang Gizi. Salah satu fokus utama PPDM tahun ini yakni memperkuat pemahaman dan keterampilan kader Posyandu mengenai Integrasi Layanan Primer (ILP).

Penguatan ILP dilakukan melalui pemberian pemahaman mengenai konsep dan pelaksanaan layanan primer, sekaligus meningkatkan kapasitas kader agar mampu memberikan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih terarah dan optimal. Iwan menjelaskan, penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecakapan kader sebagai Kader Utama Posyandu Terintegrasi di Kampung Pujobasuki.

“Targetnya bukan hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga keterampilan kader sehingga mereka mampu menjalankan pelayanan Posyandu dengan lebih baik,” ujar Iwan.

Selain pembekalan, tim PPDM juga menyerahkan Buku Keterampilan Dasar Kader dan Buku Keterampilan Pengelolaan Posyandu. Buku tersebut diharapkan menjadi sumber belajar sekaligus panduan praktis bagi kader dalam menjalankan kegiatan Posyandu.

Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kader, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan primer, tetapi juga mendorong terwujudnya masyarakat Kampung Pujobasuki yang sehat, terampil, mandiri, dan berdaya.

Iwan menambahkan, keberlanjutan program menjadi penting agar pendampingan yang diberikan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapannya, kader semakin mandiri dan masyarakat juga semakin mampu menjaga serta meningkatkan derajat kesehatannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....