Festival Krakatau XXXV Ditargetkan Beri Dampak Ekonomi Nyata
- 13 Agt 2026 14:15 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam Press Conference Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Bandar Lampung, Rabu, 12 Agustus 2026.
Festival Krakatau XXXV dijadwalkan berlangsung pada 25-30 Agustus 2026. Tahun ini, festival mengusung semangat "Nengah Nyappur" yang merepresentasikan nilai kebersamaan masyarakat Lampung. Jihan mengatakan kekuatan Festival Krakatau tahun ini terletak pada kolaborasi. Sekitar 95 persen dukungan pembiayaan festival berasal dari sektor swasta, BUMD, BUMN, dan mitra lainnya.
"Festival Krakatau ini salah satu bentuk event yang memang diselenggarakan dengan modal kolaborasi," ujarnya.
Menurut Jihan, pengembangan pariwisata Lampung perlu dilakukan dengan membangun ekosistem yang menggabungkan wisata alam, kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia menilai kekayaan budaya Lampung perlu terus diaktivasi sehingga wisatawan memiliki pilihan selain menikmati destinasi alam.
"Pilihan-pilihan lainnya seperti mengunjungi budayanya. Kita aktivasi budaya-budaya seperti itu yang sebetulnya di Lampung juga enggak kalah kaya kekayaan budayanya," ujarnya.
Pemprov Lampung menargetkan peningkatan jumlah wisatawan dan lama tinggal selama penyelenggaraan Festival Krakatau. Dampaknya diharapkan dirasakan sektor perhotelan, UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, hingga penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah juga akan mencatat sejumlah indikator setelah festival, seperti jumlah pengunjung, transaksi ekonomi, dampak terhadap UMKM, dan eksposur di media sosial.
Rangkaian Festival Krakatau turut diperluas melalui sejumlah kegiatan kolaboratif, antara lain Harbour Festival di Lampung Selatan, kegiatan di Teluk Kiluan bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, serta kegiatan olahraga di Pantai Candi Mas.
Dari sisi lingkungan, panitia menyiapkan gerakan kebersihan dan konsep Zero Waste Festival bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah bank sampah.
Sementara itu, pelaku usaha pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan agen perjalanan, didorong menyiapkan berbagai penawaran dan paket wisata bagi pengunjung Festival Krakatau.
Jihan juga mengajak masyarakat, pelaku pariwisata, media, dan influencer turut mempromosikan destinasi Lampung melalui cerita dan pengalaman positif. Jihan berharap Festival Krakatau dapat berkembang menjadi salah satu festival pariwisata unggulan di Indonesia dengan identitas yang kuat.
"Jadi kita ingin orang-orang datang ke Lampung itu punya banyak pilihan," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Tony Ferdinansyah mengatakan Festival Krakatau telah menjadi bagian dari perjalanan pariwisata Lampung dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-35.
"Festival Krakatau adalah sebuah etalase besar untuk Provinsi Lampung. Di dalamnya adalah cerita tentang alam Lampung, cerita tentang masyarakatnya, cerita tentang tradisinya, cerita tentang kreativitas, dan cerita tentang bagaimana Lampung terus bergerak dan berkembang," ujarnya.
Sejumlah agenda utama telah disiapkan, di antaranya Festival Kuliner Krakatau dengan lebih dari 50 tenant kuliner, Krakatau Talks & Expo yang membahas bisnis kopi dari hulu hingga hilir, kompetisi bartender coffee, kompetisi kopi, solo song, modern dance, festival band, fashion show anak, dan lomba masak makanan khas.
Rangkaian kegiatan juga mencakup karnaval dengan rencana keterlibatan sekitar 1.500 peserta, Lampung Campus Karnaval, pembukaan Festival Krakatau di Lapangan Saburai, serta Malam Pesona dan pemilihan Krakatau pada 30 Agustus 2026.
Melalui Festival Krakatau XXXV, Pemprov Lampung menargetkan penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi, integrasi budaya dan ekonomi kreatif, serta peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....