Ananda Sobat Bersinar, Gerakan BNN Cegah Narkoba sejak Dini
- 12 Agt 2026 19:42 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Pergaulan sehat menjadi salah satu benteng penting dalam upaya mencegah generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Lingkungan pertemanan yang positif dinilai dapat membantu anak dan remaja memiliki keberanian untuk menolak ajakan menggunakan narkoba sekaligus mendorong mereka untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program Sanksi di Pro 1 RRI Bandar Lampung bertema “Pergaulan Sehat, Generasi Sehat” bersama Fhata Z'Af Al'Ali, M.I.Kom., Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Lampung.
Dalam perbincangan tersebut, Fhata menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berisiko terhadap penyalahgunaan narkoba.
Salah satu upaya yang dilakukan BNN adalah melalui Program Ananda Sobat Bersinar. Program ini menjadi bagian dari pendekatan pencegahan dengan mendorong anak dan generasi muda untuk memiliki lingkungan yang sehat, membangun pergaulan positif, serta memiliki kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurut Fhata, perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, termasuk keluarga, sekolah, teman sebaya, dan komunitas.
Generasi muda juga diharapkan tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi dapat mengambil peran sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
“Anak-anak harus diberikan pemahaman bahwa mereka punya pilihan untuk menentukan lingkungan pergaulannya. Ketika lingkungan pertemanannya sehat, kegiatan yang dilakukan juga positif, maka mereka akan memiliki benteng untuk menolak narkoba,” ujar Fhata.
Ia menambahkan, keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba merupakan salah satu bentuk nyata dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Namun, Fhata juga menyampaikan pesan penting bagi anak maupun keluarga yang sudah terlanjur menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, keterpaparan narkoba bukan berarti berakhirnya masa depan seseorang.
“Ketika anak sudah terlanjur terpapar narkoba, jangan menyerah. Masih ada kesempatan untuk pulih dan meraih cita-cita melalui program rehabilitasi dari BNN.” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting untuk menghilangkan stigma terhadap anak atau remaja yang sudah terpapar narkoba. Dukungan keluarga dan lingkungan diperlukan agar mereka tidak semakin terpuruk, melainkan mendapatkan pertolongan yang tepat.
Rehabilitasi menjadi salah satu jalan untuk membantu korban penyalahgunaan narkoba mendapatkan pendampingan dan kembali menjalani kehidupan secara sehat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengucilkan, tetapi mendorong mereka untuk mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan.
Fhata juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Upaya tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menciptakan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kreatif.
Melalui semangat “Ananda Bersinar”, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, produktif, dan memiliki keberanian untuk menjauhi narkoba.
Perang melawan narkoba, kata Fhata, bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN maupun aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, lingkungan pertemanan, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari narkoba.
Dengan membangun pergaulan sehat sejak dini, generasi muda tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi sobat yang mengajak teman-temannya untuk bersama-sama bersinar tanpa narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....