Kebakaran Gudang Prima Food di Bumi Waras, Kerugian Ditaksir Rp600 Juta

  • 12 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Kebakaran melanda Gudang Prima Food di Jalan Slamet Riyadi Raya, RT 019 LK 02, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Selasa malam, 11 Agustus 2026.

Laporan kebakaran diterima Mako Tendean pada pukul 21.09 WIB. Sebanyak 18 unit kendaraan pemadam kebakaran kemudian dikerahkan dari sejumlah pos siaga dan Mako Tendean untuk melakukan penanganan di lokasi.

Unit pertama, Karba 017 dari Pos Siaga Bumi Waras, keluar pos pada pukul 21.10 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 21.12 WIB. Secara bertahap, seluruh unit yang dikerahkan tiba di lokasi hingga unit terakhir, Maven Rescue Mako Tendean, pada pukul 21.46 WIB.

Dalam laporan Danton A Budianto dan Wadanton A Dedy Muhady disebutkan, luas gudang yang terbakar mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 23.46 WIB dengan menghabiskan sekitar 50 tangki air.

Sejumlah barang di dalam gudang ikut terbakar, di antaranya sekitar 200 unit kulkas freezer, 40 unit showcase, 15 unit pendingin ruangan atau AC, empat unit komputer, satu laptop, empat CPU, 20 unit printer struk, 50 unit mesin edisi, serta dua unit kontainer pendingin.

Kebakaran juga menghanguskan sejumlah kendaraan, yakni satu unit mobil Grand Max, satu sepeda motor Honda Revo, dan satu sepeda motor Yamaha Mio.

Menurut keterangan Angga, selaku penunggu gudang, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di dalam gudang. Api kemudian dengan cepat membesar dan menyambar sejumlah material yang mudah terbakar.

Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Gudang tersebut diketahui milik Ayen, 66 tahun, sementara Manajer Prima Food adalah Dipa Priyanto, 30 tahun.

Dalam kejadian ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Sebanyak 90 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar 600 juta rupiah.

Hingga proses pemadaman selesai, personel Pleton A masih disiagakan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....