Edukasi Laki-laki Diperkuat untuk Cegah Kekerasan Anak di Bandarlampung
- 10 Agt 2026 07:33 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dinas PPPA Kota Bandarlampung memperluas sasaran edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak dengan melibatkan kaum laki-laki. Langkah ini diambil seiring tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang tercatat hingga Juli 2026.
Hingga akhir Juli, terdapat 122 kasus kekerasan terhadap anak yang tercatat di Kota Bandarlampung. Sebanyak 89 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual atau pencabulan, disusul 20 kasus kekerasan fisik.
Selain dua jenis kasus tersebut, tercatat tiga kasus perdagangan orang, tiga penelantaran anak, tiga perundungan, dan empat kasus terkait layanan konseling. Data tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam memperkuat strategi pencegahan di berbagai lapisan masyarakat.
Kepala Dinas PPPA Kota Bandarlampung Maryamah mengatakan edukasi dilakukan secara masif melalui sekolah, kecamatan, puskesmas, OPD, serta jejaring lintas sektor. Sasaran sosialisasi diperluas agar pemahaman mengenai perlindungan anak dapat diterapkan secara bersama.
“Mayoritas pelaku kekerasan yang kami tangani merupakan laki-laki, sehingga edukasi juga perlu diberikan kepada laki-laki untuk mencegah kekerasan sejak dini,” ujar Maryamah, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Maryamah, kondisi keluarga juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan. Sejumlah korban berasal dari keluarga yang mengalami perceraian atau tumbuh dalam pengasuhan orang tua tunggal.
Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu bagian dari sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Keluarga diharapkan mampu menjadi ruang pertama yang memberikan rasa aman serta perlindungan bagi anak.
“Penanganan kekerasan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, karena satu instansi tidak dapat bekerja sendiri,” ucap Maryamah.
Warga Bandar Lampung, Budi, menganggap pengawasan terhadap anak perlu dilakukan secara bersama oleh keluarga dan lingkungan sekitar. Ia berharap masyarakat berani melapor ketika menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak.
Dengan melibatkan laki-laki, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih luas. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menekan kasus kekerasan sekaligus memperkuat perlindungan anak di Bandarlampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....