Bupati Pringsewu Ajak Pemilih Pemula Tangkal Hoaks dan Politik Uang

  • 07 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengajak generasi muda menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika demokrasi, Kamis, 6 Agustus 2026. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula di SMKN 1 Gading Rejo.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu itu diikuti ratusan pelajar yang akan menjadi pemilih pada pemilu mendatang. Dalam arahannya, Riyanto menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya menjadi urusan pejabat atau politisi, melainkan fondasi yang menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu memiliki pemahaman politik yang baik sejak dini.

Menurutnya, demokrasi saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, politik identitas yang berlebihan, politik uang, hingga masih rendahnya literasi digital dan sikap apatis terhadap politik.

"Semua tantangan itu harus dihadapi melalui pendidikan politik dan penguatan karakter kebangsaan," kata Riyanto.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus memperkuat pendidikan politik melalui berbagai program, seperti sosialisasi di sekolah dan perguruan tinggi, penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan etika politik, serta kolaborasi dengan KPU, Bawaslu, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, media massa, dan media sosial sebagai sarana edukasi politik.

Riyanto juga mengingatkan para pelajar agar menggunakan hak pilih berdasarkan pertimbangan yang rasional, bukan karena tekanan, bujukan, maupun informasi yang belum terbukti kebenarannya.

"Menjadi pemilih yang cerdas berarti memilih dengan akal sehat dan nurani yang jernih. Lihat visi, misi, program kerja, kompetensi, serta rekam jejak calon pemimpin sebelum menentukan pilihan," ujarnya.

Ia menambahkan, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, persatuan dan kerukunan antarmasyarakat harus tetap dijaga.

"Masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin, tetapi juga oleh karakter, kejujuran, dan kepedulian generasi mudanya. Karena itu, kami mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....