Pendidikan Vokasi Berperan Siapkan SDM Pariwisata Kompetitif di Era Digital
- 06 Agt 2026 22:00 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang mampu bersaing di era digital. Selain membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis, pendidikan vokasi juga dituntut menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Koordinator Program Studi Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Lampung, Meylina Astriyantika, S.Hut., M.Si., mengatakan transformasi digital telah mengubah cara industri pariwisata beroperasi. Karena itu, kompetensi lulusan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan wisata, tetapi juga pada penguasaan teknologi digital, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi.
"Industri pariwisata saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya kompeten dalam pelayanan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan," ujar Meylina dalam dialog bersama RRI.
Menurutnya, strategi pendidikan vokasi harus terus disesuaikan dengan perkembangan industri. Salah satunya melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga materi pembelajaran tetap relevan dengan dinamika sektor pariwisata.
Ia menjelaskan, pembelajaran di Program Studi Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Lampung tidak hanya menitikberatkan pada teori, tetapi juga praktik melalui kegiatan magang, praktik lapangan, dan kolaborasi dengan mitra industri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Meylina menambahkan, perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan media digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perlu dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata. Oleh karena itu, mahasiswa perlu meningkatkan literasi digital tanpa mengabaikan kemampuan interpersonal, etika pelayanan, dan komunikasi yang tetap menjadi kompetensi utama di sektor jasa.
Selain kompetensi teknis, lulusan juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja sama dalam tim, serta menguasai bahasa asing agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam menciptakan SDM pariwisata yang profesional dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyesuaian kompetensi lulusan terhadap perkembangan industri yang terus berubah.
Meylina berharap lulusan pendidikan vokasi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha di sektor pariwisata melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan SDM yang kompetitif, sektor pariwisata Indonesia diharapkan semakin mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....