Mahasiswa dan Peran Strategis dalam Pelestarian Budaya Lampung

  • 06 Agt 2026 22:01 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Lampung di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi. Tidak hanya sebagai generasi penerus, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi pelopor pelestarian budaya melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemanfaatan media digital.

Hal tersebut disampaikan Dosen Pendidikan Bahasa Lampung Universitas Lampung sekaligus Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Tanggamus, Andriansyah, S.Sos., M.Pd, saat menjadi narasumber dalam program Seruit (Siang Seru Inspirasi Teman) di RRI Pro 1 Bandar Lampung, Rabu (5/8/2026).

Menurut Andriansyah, pelestarian budaya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun para budayawan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap identitas budaya daerah.

"Mahasiswa mempunyai kemampuan akademik sekaligus kreativitas yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga eksistensi budaya Lampung. Mereka dapat menjadi penghubung antara nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman," ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas, seperti penelitian tentang budaya lokal, pendokumentasian tradisi lisan, pelestarian bahasa dan aksara Lampung, hingga keikutsertaan dalam festival budaya maupun kegiatan pengabdian masyarakat.

Selain itu, perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada masyarakat luas. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, mahasiswa dapat menghasilkan konten edukatif yang mengangkat sejarah, kesenian, adat istiadat, hingga situs-situs cagar budaya di Lampung.

Menurutnya, pendekatan digital menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap budaya daerah yang selama ini kerap dianggap kurang menarik dibandingkan budaya populer.

Dalam kesempatan tersebut, Andriansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas budaya, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar berbagai upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan warisan budaya Lampung.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penikmat budaya, melainkan turut berkontribusi sebagai pelaku yang aktif menciptakan inovasi dalam pelestarian budaya sesuai dengan perkembangan zaman.

Melalui diskusi tersebut, RRI Pro 1 Bandar Lampung mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Keaktifan mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....