Cegah Kejahatan Siber, Diskominfotik Lampung Dorong Integrasi Pengamanan SPBE

  • 30 Jul 2026 15:36 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Lampung menggelar Webinar Diseminasi Pelindungan Data Pribadi, Rabu 29 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung daring dan luring tersebut diikuti oleh aparatur pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota.

Upaya ini dilakukan guna meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat pemahaman aparatur mengenai pentingnya kerahasiaan data. Transformasi pelayanan publik menuju sistem digital menuntut tanggung jawab pengamanan yang makin besar dari setiap instansi.

Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfotik Lampung Ernita menekankan pentingnya transparansi pengolahan data publik. Pengelolaan data pribadi pada seluruh instansi pemerintah wajib mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Di balik berbagai kemudahan terdapat tanggung jawab yang semakin besar dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan data," ujar Ernita.

Ia mengingatkan bahwa pelindungan data pribadi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen aparatur pemerintah daerah. Kedisiplinan instansi dalam mengelola data menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.

"Komitmen kepatuhan terhadap regulasi serta kedisiplinan mengelola data akan menjadi kunci utama membangun kepercayaan masyarakat," kata Ernita.

Sementara itu Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Danang Jaya menyoroti kerentanan data. Pihaknya mengingatkan bahwa data kependudukan masif di perangkat daerah sangat rawan menjadi target kejahatan siber.

"Banyak kasus pencurian data di dunia maya terjadi karena kurangnya pengamanan atau minimnya kesadaran," ujar Danang.

Ia mendorong Diskominfotik Lampung segera melakukan inventarisasi aset teknologi informasi secara menyeluruh pada setiap OPD. Sektor layanan publik krusial seperti rumah sakit dan dinas pendapatan daerah perlu mendapat prioritas pengamanan.

"Salah satu instruksi utamanya adalah segera melakukan inventarisasi dan pendataan aset TIK secara menyeluruh," kata Danang.

Pada kesempatan yang sama Guru Besar ITERA Prof Sarwono Sutikno menegaskan keamanan siber merupakan mandat kepemimpinan. Keberhasilan transformasi digital pemerintah daerah sangat bergantung pada pilar keamanan informasi dan pelindungan data pribadi.

"Pembangunan SPBE diibaratkan seperti membangun sebuah rumah yang harus dilengkapi sistem pengamanan yang kokoh," ujar Sarwono.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap webinar ini memperkuat kapasitas perangkat daerah dalam menerapkan tata kelola data. Sinergi lintas instansi diproyeksikan mampu mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang aman dan terpercaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....