Lapas Kelas I Bandar Lampung Bekali Warga Binaan dengan 16 Program Keterampilan

  • 27 Jul 2026 16:10 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Lapas Kelas I Bandar Lampung terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui 16 jenis kegiatan kerja yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan sekaligus pengalaman kerja sebelum kembali ke masyarakat.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja) Lapas Kelas I Bandar Lampung, Medi Oktafiansyah, mengatakan seluruh program dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas sehingga mampu bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.

"Di bidang kegiatan kerja kami saat ini ada 16 jenis kegiatan kerja yang kami siapkan untuk warga binaan mengikuti pembinaan kemandirian. Tujuannya agar ketika mereka selesai menjalani masa pidana, mereka sudah memiliki bekal keterampilan," kata Medi, di Bandarlampung, Senin 27 Juli 2026.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah barbershop di dalam lapas. Saat ini terdapat empat warga binaan yang bertugas melayani potong rambut setiap Senin hingga Jumat.

Menurut Medi, peserta tidak harus memiliki pengalaman sebagai tukang cukur. Warga binaan yang memiliki minat juga dapat mengikuti program tersebut setelah memperoleh pelatihan terlebih dahulu.

"Bisa saja sebelumnya sudah punya keahlian di luar, tetapi yang belum memiliki pengalaman pun tetap kami latih terlebih dahulu sampai dinyatakan siap bekerja," ujarnya.

Seluruh fasilitas kerja, mulai dari alat potong rambut hingga perlengkapan operasional, disediakan oleh lapas. Sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka, warga binaan memperoleh premi sebesar 50 persen dari pendapatan usaha setiap bulan, sedangkan sisanya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain barbershop, Lapas Kelas I Bandar Lampung juga memiliki berbagai program keterampilan lain seperti tata boga, pertanian, kerajinan hingga pengolahan produk ekspor yang diikuti sekitar 80 warga binaan.

Medi berharap seluruh pembinaan tersebut dapat menekan angka residivisme karena warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.

"Kami berharap mereka bisa mandiri, membuka usaha sendiri, bahkan membuka lapangan pekerjaan. Yang paling penting, kami tidak berharap mereka kembali lagi ke dalam lapas," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....