UIN RIL Kukuhkan 16 Guru Besar, Rektor Tekankan Pengabdian

  • 27 Jul 2026 08:49 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Wan Jamaluddin Z., menyatakan jabatan guru besar bukanlah puncak perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat Sidang Senat Terbuka Pengukuhan 16 Guru Besar UIN Raden Intan Lampung di Ballroom UIN RIL, Minggu, 26 Juli 2026.

Rektor menyebut pengukuhan 16 guru besar sebagai momentum bersejarah dan pencapaian akademik yang membanggakan bagi sivitas akademika UIN RIL.

"Hari ini merupakan momentum yang luar biasa, bersejarah, penuh berkah dan sangat membanggakan bagi seluruh keluarga besar UIN Raden Intan Lampung. Kita kembali menyaksikan pencapaian akademik tertinggi yang sangat masif dengan dikukuhkannya 16 guru besar baru," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan guru besar menjadi salah satu indikator penting yang menentukan kualitas dan reputasi perguruan tinggi. Ia juga mengutip pesan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI bahwa kekuatan sebuah universitas dibangun melalui kualitas para profesor yang dimilikinya.

Rektor kemudian membagikan pengalamannya saat menempuh studi doktoral. Ia mengaku pernah terinspirasi oleh seorang profesor di bidang tasawuf yang karya-karyanya mendorong dirinya memilih melanjutkan studi di perguruan tinggi tempat profesor tersebut mengajar.

Meski tidak sempat bertemu langsung, pengalaman itu memperkuat keyakinannya bahwa seorang guru besar mampu menginspirasi lahirnya akademisi baru melalui kepakaran dan karya ilmiahnya.

"Spirit yang disampaikan Bapak Sekjen hendaknya menjadi perekat semangat bagi seluruh guru besar di UIN Raden Intan Lampung untuk terus memperkuat posisi akademik dan meningkatkan kapasitas keilmuan agar memberikan dampak," katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjadi profesor bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas.

"Kesuksesan yang telah dicapai hari ini bukanlah titik akhir. Masih banyak pengabdian dan partisipasi yang menanti para guru besar, baik di dunia pendidikan, lembaga sosial kemasyarakatan, dunia usaha, maupun sektor-sektor lainnya," ujarnya.

Menurutnya, kepakaran seorang profesor akan lebih bermakna apabila mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Profesor tidak hanya dibatasi oleh pagar kampus UIN Raden Intan Lampung. Kebermaknaan dan kemanfaatan keilmuan akan semakin terasa apabila berdampak secara nyata di tengah kehidupan masyarakat," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menitipkan para guru besar UIN RIL kepada pemerintah daerah agar dilibatkan dalam mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.

Selain itu, ia mengajak para dosen yang telah memenuhi persyaratan administratif untuk segera mengajukan usulan guru besar sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas akademik UIN RIL.

Saat ini, jumlah guru besar UIN RIL telah meningkat dari 39 orang menjadi sekitar 58 orang. Namun, berdasarkan arahan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), jumlah ideal guru besar di UIN RIL mencapai sekitar 80 orang.

Rektor turut mengapresiasi Senat UIN RIL beserta seluruh unit yang telah mengawal proses pengusulan hingga lahirnya 16 guru besar baru. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....