Bappenas Dorong NCC Lampung Jadi Pusat Singkong Dunia
- 24 Jul 2026 21:29 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai peluncuran National Cassava Center (NCC) di Universitas Lampung menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan komoditas singkong Indonesia.
Menurut Rachmat, Indonesia telah menunggu lebih dari empat dekade untuk memiliki pusat pengembangan singkong yang mampu menyatukan riset, pemerintah, industri, dan petani dalam satu ekosistem.
Ia mengisahkan bahwa sejak tahun 1980-an Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah menyebut singkong sebagai miracle tree atau pohon ajaib. Namun, potensi tersebut baru menemukan momentum melalui kolaborasi yang dibangun di Lampung.
| Baca juga: Lampung Targetkan Waste to Energy pada 2029 |
"Mengapa hari ini saya bersyukur sekali ada National Cassava Center? Karena ketika saya baru masuk IPB tahun 1979, FAO menerbitkan buku kecil yang menyebut singkong sebagai miracle tree. Tetapi keajaibannya tidak muncul-muncul setelah 45 tahun saya menunggu," ujarnya, Jumat 24 Juli 2026.
Rachmat mengatakan keberhasilan Lampung tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi singkong, tetapi juga kemampuan daerah membangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani.
"Kita harus kompak, kita harus bekerja bersama. Persahabatan antara akademisi, birokrasi, dan dunia usaha sering kali hanya diucapkan, tetapi di Lampung sudah dilaksanakan. Makanya singkongnya bagus," katanya.
Ia menegaskan National Cassava Center harus berkembang menjadi pusat inovasi yang mampu menghasilkan teknologi, varietas unggul, penerapan Good Agriculture Practices (GAP), serta memperkuat hilirisasi industri berbasis singkong.
Bahkan, Rachmat mendorong agar National Cassava Center berkembang menjadi International Cassava Center.
"Mari kita ciptakan National Cassava Center menjadi International Cassava Center, tempatnya tetap di Universitas Lampung. Kalau itu bisa terjadi, Lampung cepat atau lambat akan menjadi pusat pengembangan singkong nasional, bahkan pusat pengembangan singkong internasional," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....