Pringsewu Jadi Lokasi Riset Pangan Darurat Berbasis MOCAF

  • 24 Jul 2026 08:15 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pringsewu – Kabupaten Pringsewu dipilih sebagai lokasi pengembangan inovasi pangan darurat berbahan dasar Modified Cassava Flour (MOCAF) melalui kolaborasi riset antara Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Lampung (Unila), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. Penelitian tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pemilihan Pringsewu didasarkan pada potensi daerah sebagai sentra pengembangan MOCAF yang didukung ketersediaan bahan baku singkong. Pemerintah daerah juga dinilai memiliki komitmen dalam mendorong hilirisasi produk pangan berbasis sumber daya lokal.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan pengembangan pangan darurat berbahan dasar MOCAF memiliki nilai strategis bagi daerah. Menurutnya, inovasi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah komoditas singkong sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

"Pengembangan pangan darurat berbahan dasar MOCAF tidak hanya mendukung ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas singkong lokal, mendorong tumbuhnya industri pangan berbasis daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Riyanto Pamungkas, Kamis 23 Juli 2026.

Riset tersebut bertujuan menghasilkan formulasi pangan darurat yang memiliki daya simpan baik, mudah didistribusikan, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan saat terjadi bencana. Tim peneliti berasal dari BRIN, Polinela, Universitas Lampung, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.

Bagi Polinela, keterlibatan dalam penelitian ini menjadi bagian dari penguatan jejaring riset bersama berbagai mitra strategis. Melalui Program Studi Gizi Klinis, Polinela turut mengembangkan inovasi pangan yang memanfaatkan potensi komoditas lokal.

Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan produk pangan darurat berbasis MOCAF yang bergizi, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat dalam situasi kedaruratan. Inovasi tersebut juga diharapkan mendukung pemanfaatan singkong lokal serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Pringsewu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....