Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Makanan 8 Siswa di Tanggamus

  • 23 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Tanggamus – Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, melakukan penyelidikan terkait delapan siswa SMP Negeri 1 Talangpadang yang mengalami mual, muntah, pusing, sakit kepala, hingga sebagian mengalami buang air besar cair setelah mengonsumsi makanan, Rabu 22 Juli 2026. Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid mengatakan polisi langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah, UPT Puskesmas Talangpadang, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung. Petugas juga mendampingi pengambilan sampel makanan dan muntahan siswa untuk diperiksa di laboratorium.

Berdasarkan kronologi, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum dibagikan kepada sekitar 830 siswa dan dewan guru, makanan terlebih dahulu diuji konsumsi oleh guru penanggung jawab dan tidak menimbulkan keluhan setelah menunggu sekitar 15 menit.

Sekitar pukul 12.00 WIB, delapan siswa mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan sebagian mengalami diare. Para siswa kemudian dibawa ke UPT Puskesmas Talangpadang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Dari delapan siswa yang mengalami keluhan, lima siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis, sedangkan tiga siswa masih menjalani perawatan di UPT Puskesmas Talangpadang," kata Iptu Harunur Rasyid.

Hasil anamnesis petugas kesehatan menunjukkan lima dari delapan siswa mengaku mengonsumsi sate usus yang dibeli di kantin sekolah selain menu MBG. Dokter UPT Puskesmas Talangpadang, dr. Asha Dwi Apsari, menyampaikan penyebab pasti belum dapat dipastikan karena sampel makanan dan muntahan masih diperiksa di Labkesda Provinsi Lampung, dengan hasil diperkirakan keluar sekitar satu minggu.

Polisi terus mengumpulkan keterangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait hingga hasil laboratorium diterbitkan. Masyarakat, khususnya orang tua siswa, diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena penyebab keluhan para siswa masih dalam proses penyelidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....