Polinela Kembangkan Pangan Darurat Berbahan Tepung Singkong
- 22 Jul 2026 16:16 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat pengembangan riset dan inovasi melalui kerja sama dengan Pusat Riset Biomedis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila). Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan pangan darurat berbahan dasar tepung singkong termodifikasi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Direktur Polinela Dwi Puji Hartono mengatakan pengembangan inovasi tersebut memanfaatkan potensi singkong sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia. Menurutnya, bahan pangan lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pangan darurat yang bergizi dan memiliki daya simpan tinggi.
"Melalui sinergi antara perguruan tinggi vokasi, perguruan tinggi akademik, dan lembaga riset nasional, kami optimistis akan lahir inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan mampu mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujar Dwi Puji Hartono, Rabu 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan kolaborasi tersebut menjadi wadah untuk mengintegrasikan kemampuan riset, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah dalam mendukung penanganan kebencanaan.
Menurut Dwi, Polinela akan berkontribusi melalui keahlian di bidang teknologi pangan, pertanian, dan rekayasa. Dukungan tersebut diarahkan untuk menghasilkan formulasi pangan darurat yang memiliki nilai gizi optimal serta efisien diproduksi.
Kerja sama juga mencakup pelaksanaan penelitian, publikasi ilmiah, hingga hilirisasi hasil riset. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan inovasi agar dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan BRIN dan Fakultas Kedokteran Unila, Polinela berharap inovasi pangan darurat berbahan tepung singkong termodifikasi dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Pengembangan tersebut juga diharapkan meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....