Mahasiswa Unila Ciptakan Drone Kumbang untuk Deteksi Hama Kopi

  • 22 Jul 2026 16:17 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengembangkan pesawat nirawak berdesain kumbang berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu petani mendeteksi serangan hama dan penyakit tanaman kopi. Inovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kopi rakyat melalui sistem deteksi yang lebih cepat dan akurat.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Unila 2026 yang terdiri atas lima mahasiswa lintas disiplin. Proposal mereka memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi pertanian.

Drone tersebut mengadopsi bentuk fisik kumbang sehingga mampu bermanuver di bawah kanopi tanaman kopi yang rapat. Perangkat ini dilengkapi teknologi AI berbasis YOLOv8, ResNet, kamera ESP32-CAM, serta sistem Internet of Things (IoT) yang dapat mengirimkan peta lokasi serangan hama secara real time.

Ketua Tim PKM-KI Unila Rafidto Farras Achdiar Azizul Haqqi mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk mempermudah petani dalam memantau kondisi tanaman kopi. Menurutnya, teknologi ini mampu memangkas waktu inspeksi sekaligus meningkatkan ketepatan deteksi hama dan penyakit.

"Dampak paling signifikan yang langsung dirasakan oleh petani adalah efisiensi waktu yang sangat drastis. Jika sebelumnya mereka harus berjalan kaki berhari-hari menerobos perbukitan terjal hanya untuk memeriksa kesehatan tanaman satu per satu secara manual, kini proses inspeksi tersebut tuntas hanya dalam sekitar 15 menit penerbangan drone kumbang kami," ujar Rafidto, Sabtu 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan biaya produksi drone tersebut berkisar Rp6 juta hingga Rp8 juta per unit sehingga lebih terjangkau untuk dikembangkan. Tim juga menargetkan penggunaan teknologi ini dapat mempercepat deteksi serangan hama, mengurangi penggunaan pestisida, dan meningkatkan produktivitas kebun kopi.

Tim pengembang berharap inovasi tersebut dapat lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2026 dan dikembangkan menjadi produk yang siap diterapkan secara luas. Langkah itu menjadi bagian dari upaya Unila mendukung transformasi pertanian presisi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....