Petani Kangkung di Way Galih Lampung Selatan Berharap Harga Jual Lebih Stabil

  • 17 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Petani kangkung di Way Galih, Kabupaten Lampung Selatan, berharap harga jual hasil panen dapat lebih stabil agar pendapatan petani tetap terjaga. Harapan tersebut disampaikan oleh Sartono (45), seorang petani yang telah menekuni usaha tani selama kurang lebih 20 tahun.

Sartono menjelaskan dirinya tidak hanya membudidayakan kangkung, tetapi juga menanam sawi dan bayam sebagai sumber pendapatan. Menurutnya, menanam beberapa jenis sayuran menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mengurangi risiko kerugian.

“Proses budidaya kangkung dimulai dari penyemaian benih sebelum dipindahkan ke lahan tanam. Dengan perawatan yang baik, tanaman kangkung dapat dipanen sekitar 25 hari setelah penyemaian,” kata Sartono, Jumat 17 Juli 2026.

Menurut Sartono, luas lahan yang dikelola disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Hasil panen biasanya dihitung berdasarkan jumlah ikat yang dihasilkan, kemudian dijual kepada tengkulak maupun pedagang sayur yang dating langsung ke lokasi. Meski usaha tani kangkung tergolong memiliki masa panen yang singkat, Sartono mengaku masih menghadapi berbagai kendala. Cuaca yang tidak menentu, terutama saat musim kemarau, dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Selain itu, serangan hama ulat juga menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi. Untuk mengatasinya, ia melakukan pengendalian hama menggunakan pestisida sesuai kebutuhan.

“Harga pupuk saat ini sudah relatif stabil dibandingkan beberapa tahun lalu yang sempat mengalami kenaikan. Kalau benih tidak menjadi kendala karena saya produksi sendiri,” ujarnya.

Terkait harga jual, Sartono mengatakan harga kangkung dari tingkat petani berkisar sekitar Rp1.500 per ikat. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh masih tergolong tipis sehingga ia berharap harga jual hasil panen dapat lebih stabil agar kesejahteraan petani semakin meningkat. Selama menjadi petani, Sartono mengaku belum pernah menerima bantuan maupun mengikuti penyuluhan dari pemerintah.

“Saya berharap ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani sayuran, terutama dalam menjaga stabilitas harga hasil panen,” ucap Sartono.

Sartono mengelola lahan pertanian di kawasan Way Galih yang merupakan lahan milik PT BW. Meski menghadapi berbagai tantangan, ia tetap berkomitmen untuk terus bertani dan memenuhi kebutuhan sayuran segar bagi masyarakat. (Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....