Bandara Radin Inten Uji Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Darurat Penerbangan

  • 18 Jul 2026 05:17 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Bandara Radin Inten II melaksanakan Airport Emergency Exercise dan Airport Contingency Exercise pada 16 Juli 2026 melibatkan TNI, Polri, Basarnas, AirNav Indonesia, dan BMKG untuk menguji kesiapan menghadapi darurat penerbangan.
  • Latihan mencakup dua skenario utama: simulasi kecelakaan pesawat Belalai Air Boeing 737-900 dengan runway excursion dan simulasi penyanderaan personel di Public Safety Command Post untuk menguji sistem komando dan koordinasi.
  • General Manager Kiki Eprina Arieanti menekankan bahwa latihan ini penting untuk memastikan kesiapan personel dan menjadi sarana evaluasi serta peningkatan kapasitas dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan.

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Bandara Internasional Radin Inten II menggelar Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat penerbangan, Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan TNI, Polri, Basarnas, AirNav Indonesia, BMKG, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan.

Latihan mengusung dua skenario utama, yakni simulasi kecelakaan pesawat Belalai Air Boeing 737-900 yang mengalami runway excursion saat mendarat akibat cuaca buruk serta simulasi penyanderaan personel di area Public Safety Command Post (PSCP). Kedua skenario dirancang untuk menguji sistem komando, koordinasi, komunikasi, dan kecepatan respons seluruh unsur yang terlibat.

Seluruh personel, mulai dari Aviation Security (Avsec), Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), tim antiteror, tenaga medis, hingga petugas operasional bandara, menjalankan prosedur penanganan sesuai standar. Penanganan insiden berlangsung terpadu hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan latihan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh personel menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

“Pelaksanaan Airport Emergency Exercise dan Airport Contingency Exercise merupakan bagian penting dari upaya kami untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat,” ujar Kiki.

Ia menegaskan latihan tidak hanya menjadi sarana menguji prosedur, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kapasitas seluruh pihak. Dengan demikian, keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan dapat terus terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....