Dosen UIN Lampung Kenalkan Instrumen Kesiapan AI
- 13 Jul 2026 16:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Suherman PhD, mempresentasikan hasil penelitian tentang kesiapan kecerdasan artifisial atau AI bagi calon guru pada JURE Conference 2026 di Estonia. Forum internasional tersebut berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026 di University of Tartu.
Konferensi yang diselenggarakan European Association for Research on Learning and Instruction itu diikuti ratusan peneliti, akademisi, dan mahasiswa doktoral dari lebih dari 40 negara. Berbagai isu pendidikan masa depan dibahas, termasuk pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran.
Suherman tampil pada sesi parallel paper dengan mempresentasikan penelitian berjudul AI Readiness Assessment for Pre-Service Teacher Education: Development and Validation. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan AI pada calon guru.
Riset itu melibatkan 297 mahasiswa calon guru di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan Rasch Modeling untuk menguji validitas, reliabilitas, kesesuaian butir, hingga fungsi skala pengukuran.
"Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas psikometrik yang sangat baik serta memenuhi kriteria kesesuaian butir dan unidimensionalitas," ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.
Temuan penelitian memperlihatkan sebagian besar responden berada pada kategori kesiapan AI yang tinggi hingga sangat tinggi. Perbedaan tingkat kesiapan antara responden laki-laki dan perempuan juga dinilai relatif kecil.
Instrumen tersebut dinilai dapat membantu lembaga pendidikan tenaga kependidikan dalam mengevaluasi kesiapan calon guru menghadapi perkembangan teknologi. Hasil pengukuran dapat menjadi dasar penyusunan program peningkatan kompetensi AI di lingkungan pendidikan.
"Instrumen ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri calon guru dalam mengintegrasikan AI secara efektif, bertanggung jawab, dan beretika dalam pembelajaran," ucapnya mengatakan.
Keikutsertaan Suherman dalam konferensi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil riset pendidikan Indonesia di tingkat global. Penelitian itu juga mendapat dukungan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama yang mendorong pengembangan inovasi pendidikan di era kecerdasan artifisial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....