Puluhan Pelari Difabel Ramaikan Bhayangkara Half Marathon 2026
- 05 Jul 2026 18:37 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Semangat inklusivitas mewarnai pelaksanaan Bhayangkara Half Marathon 2026 di Kota Bandar Lampung, Minggu 5 Juni 2026. Sebanyak 24 pelari penyandang disabilitas (difabel) turut ambil bagian dalam ajang tersebut setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung, Ny. Fera Alfret Tilukay di kawasan Tugu Adipura.
Pengibaran bendera start (flag off) kategori difabel menjadi salah satu momen yang menyita perhatian masyarakat. Riuh tepuk tangan dan sorak dukungan mengiringi langkah para peserta yang penuh semangat menempuh lintasan sejauh 1,5 kilometer.
Keikutsertaan kategori difabel menjadi wujud komitmen penyelenggara menghadirkan ajang olahraga yang inklusif, memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan merasakan semangat Hari Bhayangkara ke-80.
Bhayangkara Half Marathon 2026 diikuti sebanyak 5.745 pelari dari berbagai daerah. Rinciannya terdiri dari 3.301 peserta kategori 5 kilometer (5K), 1.599 peserta kategori 10 kilometer (10K), 821 peserta kategori 21 kilometer (Half Marathon), serta 24 peserta kategori difabel.
Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, mengatakan kehadiran kategori difabel merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang diusung dalam Bhayangkara Half Marathon 2026.
"Bhayangkara Half Marathon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang yang terbuka bagi semua kalangan. Melalui kategori difabel, kami ingin menunjukkan bahwa semangat sportivitas, kebersamaan, dan hidup sehat dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," ujar AKP Agustina Nilawati.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk personel pengamanan yang disiagakan di sepanjang lintasan serta antusiasme masyarakat yang turut memberikan dukungan kepada para peserta.
Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, penyelenggaraan kategori difabel juga menjadi simbol bahwa olahraga mampu menjadi jembatan untuk membangun rasa percaya diri, kesetaraan, dan kebersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....