Buka PKL PMII, Wagub Jihan Dorong Kader Jadi Pemimpin Berintegritas
- 01 Jul 2026 21:58 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk tidak berhenti menjadi aktivis organisasi, tetapi terus mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengisi berbagai posisi strategis di masa depan.
Ajakan tersebut disampaikan Jihan saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Cabang PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu 1 Juli 2026.
"Kami membutuhkan kader-kader PMII yang nantinya menjadi birokrat, dokter, kepala daerah, anggota legislatif, maupun pemimpin di berbagai bidang dengan tetap membawa nilai-nilai perjuangan PMII. Jangan berpuas diri hanya menjadi aktivis organisasi, tetapi teruslah mempersiapkan diri hingga mampu mengisi posisi-posisi strategis," ujar Jihan.
PKL yang diikuti kader PMII dari berbagai daerah itu turut dihadiri jajaran Pengurus Besar PMII, pengurus PMII Provinsi Lampung, senior PMII, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Jihan menilai tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, perubahan tersebut menuntut organisasi kemahasiswaan untuk memperkuat proses kaderisasi agar mampu melahirkan kader yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Ia mengatakan kaderisasi tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Organisasi, kata dia, harus membekali kader dengan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Jihan juga mengapresiasi tema PKL, Beyond Ordinary Cadres, yang dinilainya relevan dengan tantangan zaman. Tema tersebut mencerminkan pentingnya membangun kader yang memiliki militansi, kapasitas intelektual, dan semangat perubahan.
Menurutnya, militansi menjadi modal penting agar kader tetap istiqamah memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, kapasitas intelektual diperlukan untuk mengolah arus informasi menjadi pengetahuan, riset, serta rekomendasi kebijakan yang bermanfaat.
"Kita harus mampu memanfaatkan informasi menjadi gagasan yang konkret. Dari sanalah lahir rekomendasi dan solusi yang bisa digunakan untuk mengawal jalannya pemerintahan," katanya.
Ia menambahkan, semangat revolusioner harus diwujudkan melalui keberanian melakukan pembaruan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menyuarakan slogan perubahan.
Jihan menegaskan pemerintah daerah membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, ia meminta seluruh peserta PKL memanfaatkan proses kaderisasi sebagai ruang belajar untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, riset, dan penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan daerah.
Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Lampung Fajrun Najah Ahmad mengatakan kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan kader PMII agar tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan etika, dialog, dan masukan yang konstruktif kepada pemerintah.
Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar PMII Dedi Indra Prayoga menilai perubahan global akibat perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, dan perubahan iklim menuntut organisasi mahasiswa terus melakukan pembaruan sistem kaderisasi agar mampu melahirkan pemimpin yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya menjelaskan PKL merupakan tahapan kaderisasi untuk mencetak kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....