Pemprov Lampung Latih 160 Petani, Perluas Pemanfaatan Pupuk Hayati Cair

  • 25 Jun 2026 14:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sektor pertanian melalui Program Desaku Maju dengan menyalurkan bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada petani. Program tersebut juga dibarengi dengan kegiatan bimbingan teknis guna memastikan pemanfaatan pupuk hayati berjalan optimal di tingkat petani.

Sebanyak 160 petani dari Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran mengikuti Bimbingan Teknis Pupuk Hayati Cair yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung di Aula UPTD Bapelkes Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis 25 Juni 2026.

Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan program PHC merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian secara berkelanjutan.

Menurut Elvira, program tersebut lahir dari perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani, seperti tingginya biaya produksi dan penurunan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlangsung dalam jangka panjang.

"Pak Gubernur sangat memahami kondisi petani karena beliau juga berasal dari organisasi petani. Karena itu pemerintah hadir melalui Program Desaku Maju dengan memberikan bantuan Pupuk Hayati Cair yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani," kata Elvira.

Ia menjelaskan, Pemprov Lampung telah menyalurkan bantuan unit produksi PHC kepada 500 desa pada 2025. Sementara pada 2026, bantuan serupa akan diperluas ke 800 desa. Secara bertahap, sekitar 2.000 desa di Lampung ditargetkan menerima bantuan tersebut.

Menurutnya, bantuan PHC diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesehatan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Elvira mengungkapkan, hasil penggunaan PHC di sejumlah daerah menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan produksi pertanian. Saat mendampingi Gubernur Lampung melakukan kunjungan ke Desa Pangkalan Mas, Kabupaten Mesuji, petani setempat mengaku mengalami peningkatan hasil panen setelah memanfaatkan pupuk hayati cair tersebut.

"Berdasarkan pengakuan petani, produktivitas panen meningkat antara 15 hingga 30 persen. Selain meningkatkan hasil panen, PHC juga membantu menjaga kelembapan tanah sehingga tanaman lebih tahan menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau," ujarnya.

Selain untuk tanaman padi, PHC juga dapat diaplikasikan pada berbagai komoditas pertanian lainnya. Keunggulan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Pemprov Lampung menilai pengembangan penggunaan pupuk hayati menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan peningkatan produksi pangan.

Elvira menambahkan, Lampung saat ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan menempati peringkat keenam sebagai daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Produksi beras Lampung juga telah mengalami surplus dan berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan di berbagai provinsi.

"Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan desa-desa yang lebih maju melalui sektor pertanian," katanya.

Melalui Program Desaku Maju dan pengembangan penggunaan PHC, Pemprov Lampung berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....