Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Perkuat Pemasaran Digital UMKM
- 25 Jun 2026 14:28 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan Toko Tapis, marketplace lokal yang ditujukan untuk memperkuat ekonomi daerah melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peluncuran Toko Tapis dilakukan Pemprov Lampung bersama BUMD PT Wahana Raharja (Perseroda) dan mitra platform digital MBizmarket dalam kegiatan Launching dan Sosialisasi Toko Tapis di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis 25 Juni 2026.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Liza Derni, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
"Transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Daerah tidak boleh tertinggal dan harus mampu memastikan kemajuan teknologi menjadi alat untuk memperkuat ekonomi rakyat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk lokal," kata Liza membacakan sambutan gubernur.
Menurut gubernur, kehadiran Toko Tapis merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM dan usaha lokal, terutama terkait keterbatasan akses pasar, promosi, pembiayaan, serta adaptasi terhadap perdagangan digital.
Ia menilai Lampung memiliki banyak produk unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas, namun masih membutuhkan saluran pemasaran yang kuat, terintegrasi, dan mudah dijangkau masyarakat.
"Toko Tapis bukan sekadar platform perdagangan digital, tetapi juga etalase peradaban ekonomi lokal yang membawa identitas Lampung ke ruang yang lebih luas," ujarnya.
Nama Toko Tapis dipilih sebagai representasi identitas daerah. Tapis, yang merupakan warisan budaya Lampung, dinilai mencerminkan nilai ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat yang ingin diangkat melalui platform digital tersebut.
Melalui marketplace itu, berbagai produk unggulan daerah akan dipasarkan secara digital, mulai dari kerajinan, kain tapis, kuliner, kopi, hasil pertanian, produk olahan, produk fesyen, hingga karya ekonomi kreatif generasi muda Lampung.
Pemprov Lampung menargetkan Toko Tapis menjadi wadah yang mempertemukan produsen lokal dengan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, mengefisienkan transaksi, serta memperkuat ekosistem usaha daerah secara berkelanjutan.
Gubernur juga menegaskan bahwa peluncuran marketplace tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pengelolaan Toko Tapis harus dilakukan secara profesional dengan sistem pembayaran yang aman, mekanisme transaksi yang jelas, layanan pengaduan yang responsif, serta pendampingan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan literasi digital.
Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara perangkat daerah, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, komunitas digital, dan sektor swasta guna mendukung pengembangan platform melalui pelatihan, pembiayaan, promosi, hingga dukungan logistik dan distribusi.
Direktur Utama PT Wahana Raharja (Perseroda), Asep Muzaki, mengatakan Toko Tapis merupakan upaya BUMD menghadirkan platform transaksi yang dapat dimanfaatkan perangkat daerah sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Menurutnya, marketplace lokal tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi belanja pemerintah dan mendorong perputaran ekonomi yang memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha serta masyarakat Lampung.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Lampung, Asrul Tristianto, menyampaikan bahwa peluncuran Toko Tapis merupakan bagian dari percepatan transformasi digital ekonomi daerah. Platform itu dirancang sebagai sarana promosi, transaksi, dan pengembangan produk unggulan Lampung yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah diakses.
Pada kesempatan yang sama, Vice President MBizmarket, Ade Kurniawan, memberikan sosialisasi penggunaan platform kepada perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung guna mempercepat implementasi dan pemanfaatan marketplace tersebut.
Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Wahana Raharja (Perseroda) dan MBizmarket sebagai mitra pengembangan platform digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....