BRIN Dukung Pengembangan Pusat Riset Singkong di Lampung
- 24 Jun 2026 15:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pengembangan riset singkong di Lampung mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan tersebut muncul seiring usulan pembentukan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Cassava yang digagas Universitas Lampung (Unila).
Lampung selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia. Potensi tersebut dinilai perlu didorong melalui riset yang mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hingga ke pasar global.
Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, mengatakan pengembangan Cassava Centre menjadi salah satu fokus riset unggulan kampus. Program tersebut melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi berbasis singkong yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri.
“Tiga pilar kekuatan utama Unila adalah sumber daya manusia yang masif, kekuatan akademik dan kepakaran, serta keseimbangan gender yang menjanjikan,” ujar Prof. Lusi, Selasa 23 Juni 2026.
Pengembangan riset singkong di Unila tidak terbatas pada bidang pertanian. Sejumlah fakultas dan program studi turut dilibatkan, mulai dari teknik, hukum, hingga ekonomi dan bisnis untuk mendukung pengembangan produk serta tata kelola industri singkong.
Kepala BRIN, Arif Satria, menilai usulan pembentukan PKR Cassava memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia meminta agar konsep yang diajukan disusun secara komprehensif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun sektor industri.
Menurut Arif, penguatan riset dan inovasi perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat industri nasional, serta mempercepat pemanfaatan teknologi. Kehadiran pusat kolaborasi riset singkong di Lampung diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....