Tim Mahasiswa Unila Presentasikan Inovasi Limbah Organik di Tingkat Nasional
- 15 Jun 2026 14:26 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tim Program Mahasiswa Berdampak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) berhasil masuk dalam 60 tim terbaik nasional pada Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Capaian tersebut diraih setelah tim mahasiswa Unila lolos seleksi dari 263 proposal penerima pendanaan nasional. Tim kemudian diundang untuk mempresentasikan hasil program dan dampak yang telah dihasilkan dalam Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak yang berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, pada 5-7 Juni 2026.
Dosen Pendamping Lapangan Program Mahasiswa Berdampak Unila, Yusuf Perdana, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perjalanan hampir satu tahun ini memberikan pembelajaran luar biasa, mulai dari penyusunan program, dinamika kolaborasi di lapangan, hingga berhasil menelurkan inovasi Rafnila dan Refnila. Kami berharap produk ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan demi kemaslahatan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” ujar Yusuf, Senin 15 Juni 2026.
Pada forum nasional tersebut, Tim BEM Unila mempresentasikan program bertajuk “Transformasi Limbah Organik sebagai Inovasi Hijau untuk Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ekonomi Desa Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)”.
Program tersebut sebelumnya telah diterapkan di Kelurahan Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Melalui program itu, mahasiswa bersama masyarakat mengembangkan inovasi pengolahan limbah organik menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Dua produk yang dihasilkan yakni Rafnila (Rebio Fertilizer Animal Feed Unila) berupa pakan ternak berbahan limbah organik, serta Refnila (Rebio Fertilizer Unila) berupa pupuk organik cair untuk mendukung sektor pertanian.
Mitra program dari Kelurahan Pasar Krui mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Inovasi tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha sekaligus membantu mengurangi permasalahan limbah di lingkungan sekitar.
Keberhasilan masuk dalam 60 tim terbaik nasional tersebut menunjukkan inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti pada tataran gagasan, tetapi juga mampu diimplementasikan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....