BPS Lampung Mulai Sensus Ekonomi 2026, Terjunkan 8.619 Petugas

  • 15 Jun 2026 11:26 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door pada Senin 15 Juni 2026. Pendataan diawali dengan mendatangi kediaman Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai responden pertama.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian daerah. Kegiatan ini akan menjangkau seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha besar hingga usaha rumah tangga.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution mengatakan pendataan lapangan berlangsung selama dua setengah bulan. Pelaksanaan sensus dimulai pada 15 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPS Lampung menerjunkan sekitar 8.619 petugas lapangan nonorganik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Petugas akan mendata seluruh pelaku usaha guna memperoleh gambaran kondisi riil perekonomian daerah.

“Sensus ekonomi mulai tanggal 15 Juni ini, kami akan melaksanakan pendataan secara door to door. Petugasnya sekitar 8.619 petugas dari nonorganik,” ujar Ahmadriswan.

Ia menjelaskan sensus ekonomi kali ini dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan skala usaha. Pelaku usaha yang memiliki lokasi tetap akan didata di tempat usaha, sedangkan usaha yang tidak permanen akan didata melalui pendekatan rumah tangga.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan sensus ekonomi menjadi momentum penting untuk mencatat berbagai perubahan ekonomi yang terjadi selama satu dekade terakhir. Data tersebut dibutuhkan untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Dalam waktu 10 tahun ini sudah banyak perubahan di Provinsi Lampung, sehingga seluruh aktivitas ekonomi itu penting untuk dicatat,” ujar Mirza.

Ia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar kepada petugas. Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....