Kenaikan Harga Pertamax Picu Peralihan ke Pertalite, Penjualan Pertamax Menurun

  • 14 Jun 2026 20:51 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pesawaran. Sejumlah pengguna kendaraan kini beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran operasional sehari-hari.

Koordinator SPBU Kurungan Nyawa, Warsito Wibowo, mengatakan penjualan Pertamax mengalami penurunan sejak diberlakukannya penyesuaian harga. Meski demikian, pasokan Pertalite di SPBU masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Penjualan Pertamax otomatis agak menurun. Namun, untuk Pertalite stoknya masih banyak sehingga belum ada penambahan kuota. Saat ini pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Warsito, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurutnya, SPBU Kurungan Nyawa rata-rata menerima pasokan Pertalite sekitar 12.000 liter per hari. Jumlah tersebut dinilai masih memadai meskipun terjadi peningkatan permintaan akibat peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Dampak kenaikan harga Pertamax juga dirasakan para pengemudi ojek online. Salah satunya Yan, driver Maxim asal Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Yan mengaku biaya operasionalnya bertambah setelah harga Pertamax naik. Dalam sehari, ia menghabiskan biaya bahan bakar sekitar Rp20 ribu hingga Rp35 ribu untuk menunjang aktivitas bekerja.

Untuk menghemat pengeluaran, Yan kini memilih menggunakan Pertalite untuk sepeda motor Honda Beat miliknya yang telah digunakan selama lima tahun. Namun, keputusan tersebut membuatnya harus menghadapi antrean yang lebih panjang saat mengisi BBM, terutama di wilayah Bandar Lampung.

“Kalau Pertamax naik, tentu menambah beban operasional. Sekarang saya memilih Pertalite karena lebih terjangkau, tetapi antreannya memang lebih panjang,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali harga BBM agar tidak semakin membebani masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.

“Harapannya harga BBM bisa turun supaya lebih mempermudah driver dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk bekerja,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....