TPA Bumiayu Over Kapasitas, Pemkab Pringsewu Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah
- 08 Jun 2026 06:57 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Persoalan sampah di Kabupaten Pringsewu kian menjadi perhatian serius. Dengan produksi sampah mencapai 163 ton per hari, sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bumiayu hanya mampu menampung sekitar 42 ton per hari, pemerintah daerah kini mendorong perubahan pola pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga, Minggu, 7 Juni 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Pringsewu meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan Bank Sampah Induk Pringsewu Resik. Program tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban sampah yang terus meningkat setiap tahunnya.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan, persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai masalah biasa. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat, melainkan bagaimana sampah tersebut dapat dikelola dengan baik sejak dari sumbernya.
"Kalau hanya mengandalkan TPA, kapasitas yang ada tidak akan mampu mengimbangi timbunan sampah yang terus bertambah. Karena itu, pengelolaan harus dimulai dari rumah, dari dapur masing-masing, melalui kebiasaan memilah sampah sejak awal," kata Riyanto.
Ia menjelaskan, berbagai data menunjukkan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat yang mendorong setiap daerah melakukan pembenahan tata kelola sampah dari hulu.
Di Pringsewu sendiri, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Dalam dua bulan terakhir telah terbentuk 45 Bank Sampah Unit baru yang beroperasi sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup. Kehadiran bank sampah tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah yang dapat didaur ulang.
Riyanto mengapresiasi peran berbagai pihak yang ikut menggerakkan program tersebut, mulai dari TP PKK, perangkat daerah, komunitas lingkungan, hingga masyarakat yang aktif dalam kegiatan pengurangan sampah.
"Ini bukan hanya tugas pemerintah. Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada keterlibatan seluruh masyarakat. Jika setiap rumah mulai memilah sampah, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan kita," ujarnya.
Selain peluncuran Bank Sampah Induk Pringsewu Resik, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama sejumlah mitra serta penyerahan sarana pendukung berupa karung pilah sampah, timbangan digital, dan bibit tanaman untuk mendukung gerakan lingkungan di tingkat masyarakat.
Pemkab Pringsewu berharap gerakan ini menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, sehingga persoalan over kapasitas TPA dapat ditekan dan kualitas lingkungan tetap terjaga di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....