Kenaikan Harga Kedelai Impor Dorong Penguatan Produksi Lokal di Lampung
- 02 Jun 2026 18:41 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Harga kedelai impor di pasar dunia terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, gangguan rantai pasok global, dan meningkatnya biaya logistik.
Kenaikan harga kedelai menjadi perhatian karena bahan baku tersebut banyak digunakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pengrajin tempe dan tahu. Fluktuasi harga berpotensi memengaruhi biaya produksi dan harga jual produk olahan kedelai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan harga kedelai masih sangat dipengaruhi kondisi pasar internasional. Lampung memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga komoditas tersebut karena sebagian besar pasokan masih berasal dari impor.
“Kalau kedelai itu masih komoditas impor, jadi faktor yang mempengaruhi harga kedelai berkaitan dengan kondisi global. Industri pengrajin olahan kedelai seperti tempe dan tahu biasanya melakukan inovasi pada produknya untuk menyesuaikan kondisi yang ada,” ujar Elvira, Selasa 2 Juni 2026.
Menurutnya, pelaku usaha olahan kedelai selama ini cukup adaptif dalam menghadapi perubahan harga bahan baku. Berbagai penyesuaian dilakukan agar usaha tetap berjalan dan produk tetap dapat diterima masyarakat.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan produksi kedelai dalam daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui rencana pengembangan areal tanam kedelai seluas 1.000 hektare pada tahun 2026.
Program perluasan tanam itu diharapkan dapat menambah pasokan kedelai lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Dengan meningkatnya produksi dalam daerah, stabilitas pasokan bahan baku bagi pelaku UMKM di Lampung dapat lebih terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....