Bangun Budaya Siaga Bencana, GPIB Marturia Gandeng PMI Latih 30 Relawan Jemaat

  • 31 Mei 2026 21:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID., Bandarlampung: Kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana mendorong GPIB Jemaat Marturia Lampung memperkuat kapasitas relawan internal melalui Pelatihan Tanggap Bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tangguh dan siap melayani masyarakat.

Pelatihan diselenggarakan oleh Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandar Lampung. Kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan pembekalan yang komprehensif kepada peserta mengenai penanganan situasi darurat dan kebencanaan.

Sebanyak 30 anggota jemaat mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek penting dalam penanggulangan bencana, baik secara teori maupun praktik.

Ketua Satgas PB GPIB Jemaat Marturia Lampung, Charles Case, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan gereja. Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana harus dimiliki oleh setiap individu karena bencana dapat terjadi tanpa diduga.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujar Charles.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai mitigasi risiko bencana dan penanganan korban dalam kondisi darurat. Mereka juga dibekali pemahaman tentang koordinasi bantuan kemanusiaan agar mampu bekerja secara efektif saat terjadi bencana.

Tidak hanya menerima materi di ruang pelatihan, peserta juga mengikuti simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya. Simulasi tersebut bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi krisis.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan relawan-relawan gereja yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan keterampilan yang memadai. Ke depan, para peserta diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat menghadapi bencana maupun berbagai kondisi kedaruratan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....