Uang Belanja Habis di Bumbu Dapur, Ibu Rumah Tangga Keluhkan Harga Bawang Merah
- 26 Mei 2026 09:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar lampung: Lonjakan harga komoditas bumbu dapur di Kota Bandar Lampung kian tidak terkendali. Setelah sebelumnya sempat bertahan di angka yang cukup tinggi yakni Rp. 48.000/Kg, kini harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional melonjak tajam hingga menembus Rp. 60.000/Kg
Kenaikan yang ugal-ugalan ini sontak memicu jeritan dan keluhan dari masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga yang kian terimpit biaya belanja dapur.
Pantauan reporter RRI di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Tempel Sukarame pagi ini, menunjukkan fluktuasi harga yang sangat memberatkan konsumen. Bawang merah yang merupakan bahan baku wajib di setiap masakan kini menjadi barang mewah bagi sebagian warga.
"Kemarin-kemarin waktu harga empat puluh delapan ribu saja kami sudah menjerit, sekarang malah naik lagi jadi enam puluh ribu rupiah. Ini namanya mencekik kepala rumah tangga. Uang belanja harian bisa habis cuma buat beli bawang dan bumbu dapur saja," keluh Ibu Fitri, seorang warga Sukabumi saat ditemui RRI, Selasa (26/05/2026).
Kenaikan harga yang drastis ini memaksa kedua belah pihak, baik pedagang maupun pembeli, harus memutar otak demi bertahan.
Kebanyakan konsumen kini tidak lagi membeli dalam hitungan kilogram. Mereka terpaksa membeli secara eceran atau beralih ke bawang merah ukuran kecil (sortiran) yang harganya sedikit lebih miring.
Para pedagang pasar pun mengaku dilematis. Omzet penjualan mereka menurun drastis karena modal yang dikeluarkan sangat besar, namun daya beli masyarakat justru menurun akibat harga yang terlalu tinggi.
Masyarakat Bandar Lampung mendesak Tim Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan setempat untuk segera turun ke lapangan. Mereka berharap ada tindakan tegas berupa operasi pasar atau sidak ke tingkat distributor guna mencari tahu penyebab kelangkaan pasokan yang memicu lonjakan harga ekstrem ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....