Distribusi Bergantung Pusat, Wilayah Endemis di Pesawaran Jadi Prioritas
- 06 Mei 2026 12:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesawaran - Distribusi obat malaria di Kabupaten Pesawaran masih bergantung pada pasokan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait keterlambatan distribusi di awal tahun, Rabu 6 Mei 2026.
Kepala Bidang P2P Dinkes Pesawaran, Chris Manurung, mengatakan pemerintah kabupaten hanya berperan dalam perencanaan kebutuhan obat berdasarkan jumlah kasus, sementara pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh pusat.
“Kendala biasanya terjadi di awal tahun karena distribusi dari pusat ke daerah mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Meski demikian, Dinkes tetap memprioritaskan distribusi ke wilayah endemis malaria, yakni Puskesmas Hanura di Teluk Pandan, Punduh Pedada, Padang Cermin, dan Maja di Marga Punduh. Dari wilayah tersebut, Hanura menjadi daerah dengan kebutuhan obat tertinggi. Selain itu, Dinkes juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kasus dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, skrining, penyuluhan, serta upaya pencegahan lainnya di lapangan.
“Penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah penyebaran malaria lebih luas,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....