Koperasi Merah Putih jadi Motor Penggerak Kesejahteraan Petani

  • 02 Mei 2026 18:35 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Selatan: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, dalam acara Rembuk Tani di Lapangan Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu 2 Mei 2026..

Dalam forum bertajuk “Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan”, Zulkifli Hasan menyampaikan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah membangun sistem ekonomi desa yang lebih mandiri melalui koperasi sebagai pusat kegiatan.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi pusat ekosistem pertanian desa. Koperasi ini akan mengelola distribusi pupuk, memastikan ketersediaan sarana produksi sebelum masa tanam, hingga menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau harga gabah turun, koperasi yang akan beli. Petani tidak boleh lagi tergantung pada tengkulak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kehadiran koperasi ini juga menjadi solusi atas berbagai persoalan klasik petani, mulai dari keterlambatan pupuk hingga ketidakpastian harga jual hasil panen. Dengan sistem yang terintegrasi, petani akan mendapatkan kepastian usaha sekaligus perlindungan harga.

Selain itu, Koperasi Merah Putih juga didukung akses pembiayaan berbunga rendah sekitar 6 persen melalui layanan BRILink. Pemerintah bahkan menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian seperti truk, hand tractor, dan bentor untuk menunjang operasional di lapangan.

Zulkifli Hasan menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Dengan distribusi pupuk yang kini lebih lancar dan harga gabah yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kualitas, produksi beras nasional mengalami peningkatan signifikan.

Ia optimistis, melalui penguatan Koperasi Merah Putih, target swasembada pangan tidak hanya tercapai, tetapi juga berkelanjutan karena ditopang oleh kelembagaan ekonomi desa yang kuat.

“Koperasi ini akan jadi motor penggerak ekonomi desa. Petani sejahtera, pangan kita kuat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....